Pidato Bapak Presiden Prabowo di DPR menjelaskan bahwa kehadiran BUMN Ekspor ( kemudian diketahui bernama Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), maka Indonesia bisa mengatur harga sawit dunia, sehingga harga yang diterima produsen sawit akan lebih tinggi, dan devisa hasil ekspor ( DHE ) masuk ke pasar domestik. Lalu, praktek misinvoicing akan hilang. Mungkinkah?
Kegiatan ekspor produk sawit yang terjadi selama ini di Indonesia terjalin antara produsen sawit—-> eksportir—-> buyer sawit dunia. Jualan sendiri-sendiri berhadapan dengan banyak buyer sehingga tidak punya bargaining power sehingga harga jual (diterima) hanya mengikuti tingkat harga yang terbentuk pada bursa sawit Malaysia dan atau bursa Rotterdam (price taker).
Dengan adanya DSI (dengan platform infrastruktur digital marketingnya) semua produsen sawit domestik secara kolektif dan buyer sawit dunia berada di ekosistem/platform DSI. Sehingga setelah ada DSI maka alur kegiatan ekspor sawit menjadi produsen sawit —-> buyer sawit dunia. Dengan jual sawit secara kolektif (melalui platform DSI) maka harga jual sawit Indonesia dapat ditetapkan DSI lebih tinggi dari harga pasar (harga bursa Malaysia dan atau Rotterdam).
Lalu, bagaimana caranya? Dengan posisi Indonesia sebagai produsen dan eksportir sawit terbesar dunia, jika menjual secara kolektif dalam platform DSI dapat menetapkan harga jual sawit ( price maker) Indonesia di atas harga keseimbangan pasar sawit dunia dengan mekanisme Price Minimum atau cost plus-plus.
Dengan mekanisme seperti itu, harga sawit yang diterima produsen sawit pastilah lebih tinggi dibanding dengan jualan sendiri-sendiri ( price taker) seperti selama ini. Lalu darimana biaya DSI apakah DSI akan diambil margin? Biaya DSI dapat diambil sebagian dari bea keluar (duty ekspor) dan dari pungutan ( eksport levy).
Dengan masuknya semua ekspor sawit ke platform DSI, pastilah duty dan levy ekspor meningkat dari yang ada selama ini. Selain itu praktek misinvoicing selama ini juga akan hilang. Dan devisa hasil ekspor ( DHE) dapat dipastikan kembali ke Indonesia.
Dengan mekanisme seperti itu, bursa sawit Malaysia dan bahkan Rotterdam akan tutup sendiri sehingga harga sawit dunia benar benar ditentukan Indonesia. Dengan penjelasan singkat diatas apa yang disampaikan Presiden tersebut diatas dapat terwujud.














