• Jumat, 9 Oktober 2026
Berita Terbaru

Menuju Petani Sawit Hebat, BPDP Kembali Mengadakan Pelatihan Panen

Padang, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Ditjenbun) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor kelapa sawit, melalui penyelenggaraan program pelatihan bagi petani. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan petani yang kompeten, mandiri, dan mampu mengelola usaha perkebunan secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, BPDP dan Ditjenbun menunjuk PT Best Planter Indonesia – Bogor (BPI) sebagai salah satu Lembaga Pelatihan yang berkompeten. Pada pelatihan ini, BPI menyelenggarakan modul Panen dan Pasca Panen dengan durasi 5 hari atau 40 jam pelajaran. Dengan bimbingan dari para mentor dan narasumber BPI yang berpengalaman, materi pelatihan lebih mudah diterima oleh peserta petani. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme yang cukup positif dari peserta selama kegiatan pelatihan baik sesi kelas (indoor class training) maupun kegiatan kunjungan lapangan (field trip).

Kegiatan pelatihan panen & pasca panen ini diikuti sebanyak 60 petani peserta yang berasal dari 2 Kabupaten. Rincian peserta yaitu Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 30 petani dan Kabupaten Agam sebanyak 30 petani, bertempat di Hotel Axana, Kota Padang. Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 10 – 14 Agustus 2026.

Peserta dari dua Kabupaten tersebut datang ke lokasi pelatihan dimulai pada Minggu siang tanggal 9 Agustus 2026 dan langsung melakukan registrasi yang dipandu oleh panitia dari BPI. Kemudian acara dilanjutkan Pembukaan kegiatan Pelatihan pada hari Senin tanggal 10 Agustus 2026 jam 9 pagi. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) Kementrian Pertanian diwakili Bapak Dr. M. Apuk Ismane, S.P, M.Si (online), Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat (Bapak Ir. Afniwirman), Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat (Bapak Afrizal S.P, M.Si), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya diwakili Bapak Ipentri. SH selaku Kabid perkebunan Dinas Pertanian Dharmasraya (online), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam (Bapak Heri Prasetyo Wibowo, SP), dan Direktur Operasional PT Best Planter Indonesia (Bapak Friyandito SP. MM).

Selama lima hari kegiatan Pelatihan, peserta diberikan materi terkait standar kegiatan panen dan pasca panen sesuai kaidah teknik budidaya kelapa sawit yang baik (Good Agricultural Practices/GAP). Rincian materi antara lain overview panen dan pasca panen, memahami falsafah dan regulasi panen dan pasca panen, menentukan organisasi dan sistem panen, melakukan persiapan panen, memahami kriteria matang panen, melaksanakan taksasi produksi, melaksanakan teknik panen, menangani hasil panen (TBS dan Brondolan) dan manajemen tajuk, melakukan pengangkutan dan ketelusuran, kunjungan/praktek lapang, dan diakhiri dengan materi integrasi dari seluruh kegiatan Pelatihan. Metode yang digunakan pada pelatihan adalah kuliah/ceramah dan diskusi di kelas (indoor training) dan kunjungan lapangan (fieldtrip). Pada hari ketiga pelatihan, tepatnya Rabu 12 Agustus 2026 peserta mengikuti fieldtrip ke PT Mutiara Agam di Desa Tiku Limo Jorong, Kec. Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat atau sekitar tiga jam perjalanan dari Hotel Axana Padang.

Kegiatan praktek diawali penyambutan dari Manajemen PT Mutiara Agam. Rombongan diterima oleh General Manajer PT Mutiara Agam (Bapak Ahmad Rokiban Modjo), Estate Manajer 1 (Bapak Marman), Estate Manajer 2 (Bapak M. Rifai), KTU (Bapak Nanda Widya Pratama), Asisten Aspol (Bapak Eka Nurdiansyah), Asisten Afdeling Bravo (Bapak M. Alfin F. Panjaitan) dan pembawa acara oleh Manajer HR & GA (Bapak Agung Mubarok). Turut hadir sebagai pendamping peserta Founder & Dirut PT BPI (Bapak Heri DB), Koordinator Nara Sumber (Bapak Suwarnoto & Bapak Agung Samesti), segenap panitia pendamping PT BPI dan Disbun. Selanjutnya penyampaian pengarahan dari Asisten Afdeling Bravo terkait kondisi blok C10. Blok ini merupakan tanaman generasi kedua dan sudah melakukan replanting pada tahun 2022 menggunakan bibit varietas Socfin yang di mix dengan varietas Marihat untuk penyedia bunga jantan dengan perbandingan 5 (Socfin) : 1 (Marihat). Panen perdana dilakukan pada tahun 2025 dengan produktivitas tanaman mencapai 11,7 ton/ha/th dan mencapai BJR sebesar 6,5 kg. Untuk mendapatkan pencapaian produksi tersebut Perusahaan memberikan input pupuk sebesar 12 Kg/pkk/th. Kegiatan pelatihan dilanjutkan pada pekerjaan Assisted Pollination (Aspol). Penjelasan teknis Aspol diberikan oleh Asisten Aspol (Bapak Eka Nurdiansyah) dan praktek kegiatan Aspol dilakukan oleh 2 orang karyawan. Aspol pada kelapa sawit adalah singkatan dari Assisted Pollination atau penyerbukan buatan. Ini adalah teknik pemberian serbuk sari (pollen) dari bunga jantan ke bunga betina yang sedang mekar (anthesis) dengan bantuan manusia. Tujuannya agar buah jadi lebat, bentuknya bagus, dan tidak kosong (partenokarpi).

Setelah praktek lapangan, menjelang waktu makan siang peserta diarahkan menuju Training Center untuk kegiatan ISHOMA dan dilanjutkan acara diskusi. Diskusi dan tanya jawab berlangsung meriah dan komunikatif. Peserta kunjungan mendapatkan referensi yang valid langsung dari sumbernya.

Melalui metode pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik lapangan, peserta diharapkan dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh di kebun masing-masing. Diskusi interaktif dengan para narasumber dan praktisi juga menjadi nilai tambah karena memungkinkan peserta berbagi pengalaman dan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi.

Artikel Terkait