• Senin, 28 September 2026
Berita Terbaru

Menteri Lingkungan Hidup Dukung Perusahaan Sawit Diwajibkan Sebagai Anggota GAPKI

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Kementerian Lingkungan Hidup akan mendorong Perusahaan Sawit untuk bergabung menjadi anggota GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia). Dukungan ini diberikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurafiq sebagai Upaya memastikan seluruh pelaku industri sawit untuk mematuhi standar operasional yang tinggi, transparan, dan berkelanjutan.

“Nantinya, kami akan dorong perusahaan sawit masuk sebagai anggota GAPKI. Ini menjadi salah satu prasyarat mendapatkan Proper,” ujar Menteri Hanif dalam kunjungan di Kalimantan Barat sebagaimana dikutip Senin (19 Mei 2025).

Menteri Hanif Hanif menegaskan bahwa komitmen pemerintah memastikan seluruh pengusaha sawit di Indonesia dapat bergabung dalam GAPKI. Karena sejalan dengan upaya penegakkan standar keberlanjutan melalui instrumen PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan).

Sekretaris Jenderal GAPKI, M. Hadi Sugeng mengatakan Perusahaan sawit anggota GAPKI berkomitmen untuk menjalankan langkah-langkah konkret dalam menghadapi musim kemarau dan mitigasi Karhutla, termasuk wilayah Kalimantan Barat.

“Kami pastikan semua perusahaan anggota GAPKI wajib patuh terhadap regulasi dan memastikan seluruh sumber daya, baik personil maupun peralatan, dalam kondisi siap siaga. Selain itu, GAPKI juga aktif membangun partisipasi masyarakat sekitar kebun dalam upaya pencegahan,” jelas Hadi.

Menurut Hadi kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan (sustainability) menjadi komitmen jangka panjang GAPKI, yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga perlindungan lingkungan dan sosial di sekitar area operasional.

Ketika berkunjung ke lapangan, Menteri Hanif mengunjungi kesiapan fasilitas dan personil salah satu perusahaan anggota GAPKI yang berada di wilayah Kalimantan Barat. Dirinya mengapresiasi inisiatif GAPKI dalam membangun sistem pengendalian Karhutla berbasis kolaborasi lintas pihak dan berharap sistem ini dapat diadopsi secara luas.

“Kami lihat GAPKI menjadi contoh. Karena dari aspek latihan, peralatan, koordinasi masyarakat, semua harus ditingkatkan. Kami ingin kewaspadaan ini jadi budaya, bukan reaksi musiman,” terangnya.

Artikel Terkait