Jakarta, SAWIT INDONESIA – Sejarah industri kelapa sawit Indonesia dan kelahiran asosiasi sawit pertama di di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari sosok almarhum Profesor Dr. Soemitro Djojohadikusumo, ayah Presiden RI Prabowo Subianto.
Prof. Soemitro Begawan ekonomi Indonesia ini salah satu tokoh kunci yang memberikan gagasan fundamental bagi pembentukan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada awal dekade 1980-an. Memori ini terekam dalam Buku 45 Tahun GAPKI untuk Negeri: Berkontribusi Mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dalam buku setebal 286 halaman ini disebutkan bahwa ide pembentukan wadah bagi para pengusaha sawit ini bermula dari sebuah pertemuan di kediaman Prof. Soemitro di Jakarta pada November 1980. Saat itu, dua pelaku usaha sawit yakni Mohd. Yahya Rowter, W. Dell, berdiskusi di kediaman Begawan Soemitro l, Jakarta, November 1980.
Sebagai seorang teknokrat yang berpengaruh dalam sejarah ekonomi Indonesia dan peletak dasar pembangunan perkebunan nasional. Prof. Soemitro menjabat Menteri Perindustrian (1973-1978) dan Menteri Riset Teknologi (1978-1983).
Prof. Soemitro memiliki visi besar untuk memodernisasi perkebunan nasional. Dalam pertemuan yang bersejarah tersebut, beliau memberikan saran agar para pengusaha sawit segera mengorganisasikan diri dalam satu asosiasi industri.
Langkah ini dipandang perlu agar para pelaku usaha memiliki posisi tawar dan wadah koordinasi yang kuat dalam menghadapi kebijakan pemerintah serta dinamika pasar global.Prof. Soemitro juga menjembatani pelaku usaha sawit ini (Djori, Prof. OT Sondjo, KOP Sidrotomo, dan RJ Watson) untuk bertemu dengan pejabat berwenang, termasuk Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, guna membuka jalur komunikasi yang sebelumnya sulit ditembus oleh pelaku usaha.
Hanya berselang tiga bulan setelah konsultasi intensif dengan Prof. Soemitro, gagasan tersebut membuahkan hasil nyata. Tepat pada 27 Februari 1981, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) resmi berdiri di Medan, Sumatera Utara.
Kini, setelah lebih dari empat dekade, GAPKI telah tumbuh menjadi organisasi yang relevan di tengah arus perubahan zaman, meneruskan fondasi yang telah diletakkan oleh Prof. Soemitro Djojohadikusumo sebagai salah satu arsitek utama ekonomi perkebunan Indonesia.














