• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Mengenalkan Generasi Milenial Lebih Dekat Dengan Sawit

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Sebagai upaya mengenalkan pengetahuan dan pemahaman potensi dan peluang usaha di industri sawit kepada generasi muda, ‘Proud To Be Sustainable’ sebuah gerakan berbasis platform digital mengadakan webinar bertema "Potensi Bisnis di Industri Sawit Berkelanjutan", Jum’at (17 Desember 2021). Kegiatan yang mengenalkan nilai-nilai berkelanjutan sawit di Indonesia, didukung Dewan Negara-negara produsen minyak sawit atau Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) di buka oleh Staf Khusus Kementerian Sekretariat Negara, Faldo Maldiri. Dan, menghadirkan pembicara di antaranya Indra Budi Susetyo Peneliti dan Perekayasa Utama dari Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Djono A Burhan Petani Sawit Milenial, Kurniadi Patriawan Wakil Direktur PT Nusantara Sawit Sejahtera (PSS), dan p Desi Kusumadewi Head of Sustainable IFFCO Group. Terkait dengan keberlanjutan industri sawit, Faldo Maldini menyampaikan kontribusi generasi muda harus lebih besar lewat pemahaman riset dan teknologi. “Generasi muda bisa berkontribusi lewat cara-cara baru dan teknologi yang bermanfaat, dan ini berlaku juga di sektor perkebunan khususnya kelapa sawit," katanya, saat sambutan. Menyinggung soal potensi besar dari kelapa sawit yang dapat dikembangan dengan ragam produk turunan, Djono A Burhan, menyampaikan dari 16,3 juta ha lahan kelapa sawit di Indonesia, ada sekitar 6,7 juta ha di antaranya dimiliki dan dikelola petani yang jumlahnya mencapai 2,6 juta orang. "Adanya industri ini mempengaruhi penurunan tingkat kemiskinan di pedesaan. Desa-desa yang memiliki lahan kelapa sawit, agro ekonominya mulai tumbuh," uajrn Djono. Lebih lanjut, ia menjelaskan dampak pengembangan perkebunan kelapa sawit antara lain, pengembangan sektor pertanian, peningkatan pendidikan, terciptanya lapangan pekerjaan, menumbuhkan pusat ekonomi baru di pedesaan hingga mencukupi kebutuhan sehari-hari di perkotaan dengan harga terjangkau. Hal serupa, berkenaan dengan potensi minyak sawit yang bisa menghasilkan beragam produk turunan disampaikan Indra Budi Susetyo. “Potensi minyak sawit menghasilkan beragam produk turunan sawit sebagai materi olahan produk antara lain makanan, kosmetik, farmasi dan energi. "Bagaimana nilai keberlanjutan dari sisa olahan sawit yang memiliki bisnis selain mendukung kelestarian lingkungan," ujar. Sedangkan, Kurniadi Patriawan mengutarakan meningkatnya konsumsi minyak nabati dan lemak antara tahun 2000 - 2022 akan meningkat 6 juta ton pertahunnya. "Melihat hal tersebut, permintaan dunia akan minyak nabati dan lemak menjadi tinggi setiap tahunnya. Keunggulan sawit antara lain produktifitas yang tinggi dan lahan yang hemat," jelas Kurniadi. Sebagai informasi, webinar ini juga dihadiri Deputi Direktur Eksekutif CPOPC, Dupito D Simamora. Di akhir acara ia menunjukkan buku terbitan CPOPC terbaru berjudul Oil Palm Farmer: our Stories, Our Lives, our Future. Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek pemenang lomba Menulis Cerita Pendek kisah kehidupan petani sawit di 15 negara produsen dan pembudidaya kelapa sawit.

Artikel Terkait