Saya mempersiapkan suatu makalah untuk disampaikan pada konvensi ini yang saya pandang ada manfaatnya bagi rekan-rekan anggota PII dan para peserta konvensi. Judul makalah yang saya sajikan adalah “Ampas Produksi sebagai Sumber Energi Utama dalam Pabrik Kelapa Sawit”. Makalah itu mengambarkan bahan bakar cangkang dan serat atau sabut yang dapat dipandang sebagai ampas produksi yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk pembangkitan uap yang selanjutnya dipakai untuk pembangkit tenaga listrik. Pada saat itu harga BBM masih sangat murah sehingga dunia industi umumnya belum melirik sumder energi lain. Belakangan cangkang dan serat kelapa sawit itu ternyata menjadi sangat penting sebagai “biomasa”.
Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia Penyelengara Konvensi Kedua BKK-PII, Dr. Entol Soeparman, dan memberikan sambutan kepada semua peserta konvensi dan ucapan terimakasih atas kehadiran peserta. Konvensi tersebut dihadiri 250 peserta yang terdiri dari peserta perseorangan dan peserta yang mewakili perusahaan-perusahaan, lembaga pemerintah, perguruan tinggi negeri dan swasta, dan perusahaan industri/lembaga swasta.
Setelah ketua panitia penyelengara selesai dengan laporannya, giliran Ketua BKK-PII Ir. Syarif A. Lubis memberikan sambutan pengurus, dan menjelaskan pada tahun 1980 BKK-PII tidak berhasil menyelengarakan pertemuan karena kesibukan menghadapi sidang World Federation of Engineering Organization. Pada tahun 1980 ditaksir ada 2.000 insinyur kimia, tetapi yang hadir dalam konvensi ini hanya sekitar 250 orang.
Sumber : Derom Bangun






