Wisnu dan keluarga merasakan manisnya budidaya lebah madu kebun sawitnya. Sejak 2021, ia menekuni usaha ini sebagai pendapatan tambahan.
Wisnu Nurbito, petani sawit asal Musi Rawas Utara (Muratara) yang memiliki usaha tambahan yaitu budidaya lebah madu, Apis Mellifera. Usaha tambahan ini sudah dijalani beberapa tahun lalu. Meski usaha tambahannya terhitung belum lama dijalani, manisnya madu yang dihasilkan dirasakan.
Usaha budidaya lebah madu dilakukan tepat berada di kebun sawit yang ditaman dan kini sudah berusia 6 tahun. Wisnu sapaan akrab Wisnu Nurbito, kini bersama keluargannya menikmati manisnya madu lebah yang dibudidaya di lahan sawitnya.
Pria asal Jawa Tengah ini, mengungkapkan awal budidaya lebah madu dimulai sejak 2021. “Saat itu, saya tergabung di kelompok tani usaha kehutanan yang mengelola usaha budidaya madu lebah, bantuan dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan,” ungkapnya, melalui sambungan telepon.
Namun, lanjutnya, seiring berjalannya waktu karena tidak satu pemikiran dengan anggota yang ada di kelompok tani kehutanan yang sejak awal menjalani usaha bersama. Kelompok tani itu memutuskan untuk pindah lokasi.
“Hingga akhirnya, saya memutuskan untuk usaha madu (lebah), dengan modal sendiri. Kebetulan saat itu, saya memiliki modal untuk membeli kotak dan koloni lebah, dari Pati – Jawa Tengah,” imbuh Wisnu dengan latar pendidikan Kehutanan INSTIPER Yogyakarta.
Wisnu dapat dibilang petani sawit yang diuntungkan karena lahan (kebun) sawitnya berada di perbatasan lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik perusahaan (PT Paramita Mulya Langgeng) yang berada di Desa Embacang Baru Ilir Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Seperti diketahui, tanaman (red-pohon Akasia) merupakan sumber pakan penting bagi lebah karena menghasilkan nektar yang melimpah. Lebah akan menghisap nektar dari bunga akasia untuk diproses menjadi madu akasia yang terkenal.
“Lahan kami, berada di perbatasan jadi dinilai sangat cocok untuk budidaya lebah madu. Jadi perpaduan kebun sawit yang memproduksi polen (dari bunga sawit) menjadi makanan ratu lebah dan lebah yang lain memakan nectar di tanaman akasia,” kata Wisnu.
Dalam menjalankan usaha madu lebah dengan lebih dari 400-an lebah, Wisnu dibantu oleh rekannya yang ahli bidang budidaya lebah madu (Bee Keeper).
Dikatakan Wisnu, perlu diperhatikan budidaya lebah madu membutuhkan orang yang ahli (bee keeper). Bee Keeper bertugas mengontrol kotak lebah dan memastikan lebahnya bisa memproduksi madu.
“Dalam sehari, orang yang kami percaya melakukan rotasi mengontrol kotak lebah (memantau sisir/sekat yang ada di kotak. Kotak lebah kami letakkan di bawah naungan tanaman sawit yang usianya kini 6 tahun, masuk tanaman menghasilkan, yang tentunya ada poleh di tanaman sawit” katanya.
Keuntungan budidaya lebah madu
Budidaya lebah madu di kebun sawit memiliki banyak keuntungan, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Selain menghasilkan madu yang bernilai jual tinggi, lebah juga membantu penyerbukan sawit, meningkatkan hasil panen, dan mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Dijelaskan Wisnu, bagi pekebun sawit tentu diuntungkan dengan budidaya lebah madu di kebun sawit. Lebah yang ada di kebun sawit membantu proses penyerbukan karena lebah hinggap di tanaman sawit yang sedang berbunga lalu hingga ke bunga sawit yang lain.
“Kebun sawit yang ada lebahnya akan lebih rajin berbunga, buahnya pun lumayan bagus. Dari sisi ekonomi, dengan budidaya lebah madu di kebun sawit, ada income tambahan. Jadi, tidak terlalu bergantung pada hasil panen sawit, melainkan ada tambahan dari budidaya lebah madu,” jelasnya.
Meski, hampir 21 hari se-kali (siklus panen madu) menjadi pendapatan tambahan, tetapi saat musim hujan dengan curah hujan tinggi menjadi tantangan bagi pelaku usaha budidaya lebah madu.
“Biasanya kalau musim hujan atau curah hujan tinggi lebah tidak bisa mencari pakan (memakan nektar) di pohon Akasia. Apabila sering terjadi hujan maka madu yang dihasilkan akan mengalami penurunan,” ucap Wisnu.
Lebih lanjut, ia mengatakan tantangan lainnya, kalau tanaman Akasia milik perusahaan masuk tahap replanting. Ini juga akan menurunkan produksi madu, sumber pakan di tebang sehingga madu harus mencari substitusi pakan lain.
Lebah jenis Apis Mellifera tidak hanya memakan nektar dari bunga pohon akasia saja. Jika tanaman akasia masuk tahap replanting, lebah ini bisa mencari substitusi pakan lain.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 163)














