• Sabtu, 3 Oktober 2026
Berita Terbaru

Makin Cuan, Laba Bersih Austindo Nusantara Jaya Meroket 106,7%

Jakarta, SAWIT INDONESIA – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ) mengokohkan kinerja keuangannya sepanjang 2024 yang ditopang harga komoditas. Kemampuan perusahaan mengelola biaya pokok produksi membuat laba bersih tumbuh positif.

“Meskipun menghadapi tantangan operasional, ANJ berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 9,2 juta (Rp 145,1 miliar) pada tahun 2024, meningkat signifikan 106,7%, dari USD 4,4 juta (Rp 67,5 miliar) pada tahun 2023, sehingga, rasio marjin laba bersih (net profit margin atau NPM) meningkat sebesar 107,3%, dari 1,87% di tahun 2023 menjadi 3,87% pada tahun 2024,” ujar Nopri Pitoy, Direktur Keuangan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk.

Kendati demikian, pendapatan perseroan turun tipis 0,3% menjadi USD 236,8 sepanjang 2024, dari tahun 2023 sebesar USD 237,6 juta. Penjualan dari segmen tetap menjadi penopang utama, dengan kontribusi pendapatan sebesar USD 230,9 juta pada tahun 2024.

Nopri menjelaskan bahwa peningkatan kinerja keuangan ini didorong harga jual CPO yang lebih tinggi dan penurunan harga pupuk untuk tanaman menghasilkan. Pada tahun 2024, harga Jual Rata-Rata (ASP) CPO meningkat sebesar 12,3%, dari USD 731/mt di tahun 2023 menjadi USD 822/mt.

Selain itu, ANJ juga mencatatkan efisiensi yang cukup signifikan dari segmen sagu, yang mampu menurunkan biaya pengolahan dari USD 3,1 juta di tahun 2023 menjadi USD 2,1 juta pada tahun 2024.

Sejalan dengan tren penurunan produksi CPO nasional, produksi CPO ANJ juga mengalami penurunan sebesar 13,5%, dari 283.651 metrik ton di tahun 2023 menjadi 245.395 metrik ton pada tahun 2024.

Penurunan ini terutama dipicu oleh dampak El Nino pada tahun 2023, yang memengaruhi produksi perkebunan ANJ di Pulau Belitung, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Selain itu, perkebunan di Sumatera Utara II dan Papua Barat Daya menghadapi tantangan curah hujan tinggi dan banjir.

Sementara itu, bisnis edamame ANJ juga menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dengan meningkatnya pendapatan sebesar 124,1%, dari USD 1,9 juta di tahun 2023 menjadi USD 4,2 juta pada tahun 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan edamame beku sebesar 331,4% menjadi 1.569 mt dan peningkatan penjualan edamame segar sebesar 32,1%. Selain peningkatan pendapatan kami akan terus berusaha untuk menurunkan biaya produksi edamame.

Tahun lalu ANJ berhasil memperluas pasar ekspor edamame ke India dan Yordania, serta memperkuat pasar domestik melalui merek “Edashi” yang telah menjangkau konsumen di seluruh Indonesia.

Artikel Terkait