• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Majalah Sawit Indonesia dan  Universitas Sampoerna Sepakati Kerjasama Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Perkebunan Sawit

Upaya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Majalah Sawit Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Sampoerna dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan literasi SDM industri sawit melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

MoU tersebut ditandatangani pada sela-sela acara Sawit Indonesia Award 2025 di Jakarta pada Selasa (16/12/2025) oleh Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri, dan Rektor Universitas Sampoerna, Drs. Wahdi Salasi April Yudhi, M. Dev. Admin., Ph.D.

“Latar belakang kerjasama ini adalah kepedulian kedua belah pihak untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di perkebunan sawit baik dari aspek sarana, pola pembelajaran, dan sumber daya manusianya seperti tenaga pengajar serta siswa,” ujar Qayuum.

Menurut Qayuum, saat ini sudah banyak perkebunan sawit yang membangun sekolah dari tingkat dasar sampai menengah untuk mempermudah anak-anak pekerja serta masyarakat sekitar agar mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik.

Melalui MoU ini, Majalah Sawit Indonesia dan Universitas Sampoerna ingin mengambil peran membantu perusahaan perkebunan sawit agar kualitas sekolahnya menjadi semakin baik dan terus meningkat sehingga berdampak positif bagi perusahaan tadi.

“Sesuai dengan lini bisnis utama kami, Majalah Sawit Indonesia sebagai media yang mendukung kegiatan promosi dan publikasi kegiatan Universitas Sampoerna terkait peningkatan kualitas Pendidikan di Indonesia,” tambah Qayuum.

Rektor Universitas Sampoerna Wahdi Salasi April Yudhi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan dalam kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi ini memiliki makna strategis karena menyasar wilayah-wilayah perkebunan sawit yang selama ini relatif terbatas aksesnya terhadap penguatan pendidikan dan inovasi.

“Kami bersyukur mendapat kepercayaan untuk bekerja sama. Targetnya menyentuh daerah-daerah perkebunan sawit, termasuk wilayah yang selama ini sulit dijangkau. Pengalaman akademik yang kami miliki akan kami terapkan secara kontekstual di kawasan sawit,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kesiapan Universitas Sampoerna untuk mendorong inovasi lintas disiplin dan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak guna menciptakan nilai tambah bagi industri.

“Kami siap berinovasi di luar pola pikir konvensional dan berkolaborasi dengan berbagai pihak agar potensi sawit dapat ditingkatkan dari hulu ke hilir,” tuturnya.

Salah satu program yang dimiliki Universitas Sampoerna dan Sampoerna Foundation adalah platform pengembangan karier guru online gratis dari Putera Sampoerna Foundation (PSF) untuk meningkatkan kompetensi pendidik di Indonesia dengan materi pelatihan digital, inovasi mengajar, literasi, numerasi, dan karakter, serta membentuk komunitas profesional pembelajar mandiri, yang dapat diakses melalui laman GuruBinar.id. Program ini menawarkan pelatihan bersertifikat, webinar, dan dukungan untuk guru agar lebih adaptif, kreatif, dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Guru Binar memiliki visi, yaitu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Demi mencapai visi tersebut, Guru Binar menjalankan beberapa misi. Misi utamanya adalah menyediakan akses pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pengajar, terstruktur, dan terukur. Pelatihan tersebut meliputi sesi webinar, menulis blog, sharing session, dan kelas-kelas lain yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Program pelatihan Guru Binar menggunakan pendekatan holistik, terintregasi, dan sistematis. Dengan menerapkan pendekatan holistik, fokusnya bukan hanya mengembangkan aspek kognitif, melainkan juga memperhatikan aspek emosional, sosial, dan fisik. Alhasil, guru bisa memahami siswa secara menyeluruh.

Kerja sama ini menjadi pijakan awal bagi kedua pihak untuk membangun sinergi strategis di bidang publikasi edukatif, peningkatan literasi publik, serta pengembangan kompetensi SDM, khususnya yang terkait dengan sektor industri sawit nasional.

Melalui kesepakatan tersebut, Majalah Sawit Indonesia menegaskan perannya sebagai media khusus sektor sawit yang berkomitmen mendorong peningkatan kualitas SDM melalui penyebaran informasi yang kredibel dan berbasis pengetahuan. Di sisi lain, Universitas Sampoerna akan berkontribusi melalui kapasitas akademiknya dalam penguatan pendidikan, riset, serta pengembangan SDM.

Berdasarkan MoU, ruang lingkup kerja sama mencakup publikasi artikel pendidikan dan pengembangan SDM yang akan dimuat secara berkala pada rubrik Kampus & SDM Sawit di Majalah Sawit Indonesia. Universitas Sampoerna akan menyediakan materi berupa artikel edukasi, kajian akademik, hingga hasil riset yang relevan dengan kebutuhan industri sawit.

Selain itu, kedua pihak juga sepakat menyelenggarakan seminar daring dengan tema peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan SDM, dan pengembangan kapabilitas tenaga kerja. Dalam pelaksanaannya, Universitas Sampoerna bertindak sebagai penyusun materi dan narasumber, sementara Majalah Sawit Indonesia mendukung publikasi, promosi, serta penyediaan platform komunikasi.

Kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama lanjutan, seperti publikasi berkelanjutan, program pelatihan tambahan, maupun kegiatan edukatif lainnya yang dinilai memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri sawit nasional.

Melalui sinergi ini, kedua pihak berharap kontribusi akademik dapat semakin terhubung dengan kebutuhan riil industri, sekaligus meningkatkan kualitas informasi dan literasi publik mengenai pendidikan dan pengembangan SDM di sektor perkebunan sawit yang strategis.

Nota Kesepahaman ini berlaku selama satu tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Ketentuan teknis pelaksanaan kerja sama akan diatur lebih lanjut dalam perjanjian kerja sama terpisah.

Artikel Terkait