• Minggu, 4 Oktober 2026
Kampus & SDM Sawit

LPP Agro Nusantara Kembali Dipercaya BPDP dan Ditjenbun Untuk Melatih 2.066 Pekebun Sawit Swadaya

Dalam lanskap bisnis kelapa sawit di Indonesia, pekebun swadaya memegang peran penting. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 16,8 juta hektare yang tersebar di 26 provinsi penghasil sawit. Tidak bisa dipungkiri perkebunan sawit membawa manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat. Secara statistik, perkebunan sawit memberi peluang kerja lebih besar dan pendapatan baik bagi pekebun sawit swadaya ataupun pekerja perusahaan di sektor kelapa sawit. Hal ini menjadikan perkebunan kelapa sawit menjadi sektor unggulan dalam perekonomian Indonesia.

Diluar potensi yang luar biasa dari perkebunan kelapa sawit, isu produktivitas masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Isu keterampilan kerja pekebun swadaya menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas. Berangkat dari isu tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) merancang Program Pengembangan SDM
Perkebunan Kelapa Sawit. Untuk ranah pengembangan SDM, BPDP bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian memberikan beasiswa pendidikan dan pelatihan pekebun.

Program yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan pekebun sawit yang kompeten. Hal ini diperlukan untuk menjawab tantangan bisnis kelapa sawit yang semakin berkembang. Mohammad Alfansyah, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir Badan Pengelola Dana Perkebunan saat konferensi pers menambahkan, program pengembangan pelatihan dilakukan bukan hanya untuk menjawab dan memenuhi kebutuhan saat ini. “Bisnis kelapa sawit tidak hanya saat ini. Kita juga berbicara 5, 10 tahun ke depan. Jadi program ini tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan pekebun sawit saat ini. Tetapi juga menyiapkan pekebun sawit di masa depan.”

Harapannya melalui program ini, pekebun sebagai salah satu pelaku usaha memiliki keunggulan kompetitif. Perkebunan sawit rakyat tidak lagi hanya sebagai sumber mata pencaharian atau sebagai sumber utama pendapatan. Tetapi sudah semakin sadar akan pengelolaan bisnis serta praktik perkebunan yang baik atau pembudidayaan yang ideal.

Melalui mekanisme Data Rekomendasi Teknis (rekomtek), para pekebun sawit wilayah bisa mendaftarkan diri melalui dinas perkebunan setempat. “Mekanisme ini memungkinkan siapa saja, pelaku usaha, baik dirinya, anak atau istri untuk mendapatkan kesempatan program pengembangan SDM ini.” Tambah Baginda. Baginda Siagian, selaku Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Direktorat Jenderal Perkebunan menyampaikan bahwa rekomtek ini menjadi cara untuk memastikan pelatihan diberikan secara tepat sasaran.

Tahun 2025 ini, sebagai salah satu mitra penyelenggara, LPP Agro Nusantara dipercaya melatih 2.066 peserta. Angka ini meningkat signifikan dari tahun 2024 yang melatih 1.339 peserta. Terbagi dalam terbagi dalam 68 kelas dengan 11 jenis pelatihan LPP Agro Nusantara menyelenggarakan pelatihan yang tersebar di 9 (Sembilan) provinsi, melingkupi Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Jambi, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat. Angka ini menjadikan LPP Agro Nusantara sebagai lembaga penyelenggara dengan peserta terbanyak.

“Jumlah peserta yang bertambah tentu menjadikan tantangan dan tanggung jawab menjadi lebih besar. Tapi pengalaman dan keahlian kami, baik dalam bidang SDM atau teknis perkebunan menjadi nilai tambah.” Ujar Pranoto Hadi Raharjo, Direktur LPP Agro Nusantara. Menurut Pranoto, hal-hal tersebut menjadi professional guarantee bahwa LPP Agro Nusantara paham betul kebutuhan juga tujuan program ini. Menjadikan LPP Agro Nusantara siap mencapai tujuan program bersama BPDP dan Ditjenbun. Bersama-sama mencapai tujuan bersama: pemberdayaan pekebun untuk bisnis yang lebih bersaing dan kesejahteraan seluruh pelaku bisnis, terutama Perkebunan rakyat.

Secara khusus, tahun 2025 ini LPP Agro Nusantara memiliki spirit penyelenggaran “Hadir Bagi Pekebun, Tumbuh Bersama Pekebun”. Semangat ini menjadi pemacu akan keterlibatan LPP Agro Nusantara dalam skema besar pertumbuhan industri kelapa sawit di Indonesia. Dengan tujuan sama yang ingin dicapai yaitu pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan rakyat dan bisnis yang semakin berdaya guna dan berkelanjutan. Karena itulah, bersama semangat tersebut dan juga tagline “Always Become Your Excellent Partner”, LPP Agro Nusantara berkomitmen untuk terus menunjukkan keseriusan serta kesadaran berkontribusi penuh secara nyata. Menjadi partner yang selalu ada bagi klien-klien dan tentu saja mendorong pertumbuhan klien mencapai tujuan strategis bersama-sama.

Artikel Terkait