• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

LiuGong Perkuat Kolaborasi Vokasi di CITIEA 2026

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – PT LiuGong Machinery Indonesia menegaskan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia industri alat berat melalui partisipasi pada The 2026 Annual Conference of China–Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA). Forum ini mempertemukan pemangku kebijakan, pendidikan vokasi, dan industri dari Indonesia–Tiongkok untuk memperkuat sinergi pendidikan dan industri.

CITIEA 2026 yang digelar selama dua hari (Senin-Selas, 27–28 April) di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, hasil kolaborasi Forum Direktur Politeknik Negeri Indonesia (FDPNI), Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kemenko PMK, serta CEAIE, dengan dihadiri lebih dari 200 peserta dari pemerintah, kampus, dan industri. Sejumlah pejabat dan pimpinan institusi turut hadir, termasuk Menko PMK Pratikno.

Presiden Direktur PT LiuGong Machinery Indonesia, Levi Lin, menegaskan pentingnya talenta dalam transformasi industri.

“Kami meyakini bahwa secerdas apa pun peralatan, tetap membutuhkan tenaga profesional untuk mengoperasikannya; dan seberapa pun maju manufaktur, tetap memerlukan insan yang berdedikasi untuk menjaganya. Investasi LiuGong di Indonesia tidak hanya terbatas pada produk, jaringan, dan layanan, tetapi juga mencakup komitmen jangka panjang terhadap pengembangan sumber daya manusia,” ujar Levi, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

Sejak masuk Indonesia pada 2006, LiuGong telah berinvestasi lebih dari USD 300 juta dan terus menempatkan pengembangan talenta sebagai prioritas. Sejak 2022, integrasi pendidikan–industri diperkuat melalui program order-based class, Aliansi Vokasi Tiongkok–Indonesia, hingga pendirian LiuGong University Indonesia.

“Upaya ini telah membuahkan hasil nyata dengan lebih dari 2.650 peserta dari Indonesia yang telah mengikuti program pelatihan, di mana banyak di antaranya kini berperan sebagai tulang punggung operasional bisnis,” ungkap Levi.

Perusahaan juga menggandeng berbagai institusi seperti Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Sriwijaya, UGM, Beijing Institute of Technology, dan Liuzhou Vocational & Technical University dalam pengembangan kurikulum, standar, hingga fasilitas pelatihan.

LiuGong University Indonesia dikembangkan sebagai pusat kolaborasi vokasi internasional untuk meningkatkan kompetensi global dan pertukaran talenta Indonesia–Tiongkok. Ke depan, strategi “Lima Tahun ke-15” menargetkan Indonesia sebagai pasar domestik kedua, sejalan dengan visi “Golden Indonesia 2045”, melalui ekspansi industri, riset, dan penguatan teknologi ramah lingkungan.

Atas kontribusinya, LiuGong menerima Certificate of Appreciation dari Menko PMK Pratikno. Dalam forum ini, LiuGong juga menandatangani MoU dengan Politeknik Negeri Padang, Batam, dan Samarinda, sehingga total kemitraan menjadi enam politeknik.

Director of Aftersales PT LiuGong Machinery Indonesia Sahdan Fikri menyatakan melalui kolaborasi ini perusahaan kini telah bekerja sama dengan total enam politeknik.

“Berkembangnya kerja sama ini diharapkan bisa meningkatkan peran LiuGong mendukung keselarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Ke depan, LiuGong Indonesia bakal memperluas program pengembangan talenta tersebut. Kami menargetkan pembinaan hingga 500 mahasiswa per tahun,” ujarnya.

Artikel Terkait