• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

LiuGong dan SMA Terapkan Full Maintenance Contract untuk Tingkatkan Efisiensi Tambang

Jakarta, SAWIT INDONESIA – PT LiuGong Machinery Indonesia (LiuGong) resmi meluncurkan layanan Full Maintenance Contract (FMC) bersama PT Samudera Mulia Abadi (SMA) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional pelanggan di sektor pertambangan.

Melalui kemitraan ini, LiuGong akan menangani seluruh aspek pemeliharaan terhadap 64 unit dump truck LiuGong milik SMA yang beroperasi di tiga lokasi, yakni Bakan, Toka Tindung, dan Weda. Layanan mencakup perawatan rutin, penyediaan suku cadang dan mekanik, serta fasilitas pendukung lainnya. Kontrak ini berlaku selama tiga tahun dan efektif berjalan sejak 7 Oktober 2025.

“Melalui proyek ini, kami ingin memastikan perawatan yang lebih baik agar produktivitas alat meningkat dan physical availability dapat tercapai sesuai komitmen kami kepada SMA. Dengan begitu, SMA dapat memenuhi target produksi hingga tahun-tahun mendatang,” ujar Direktur After Sales LiuGong, Sahdan Fikri, Rabu (19/11/2025).

Menurut Sahdan, program FMC juga membantu pelanggan menekan biaya operasional. “Dengan FMC, pelanggan tidak perlu memikirkan besaran biaya perawatan atau investasi dari sisi sumber daya dan fasilitas. Semua sudah termasuk dalam kontrak, sehingga setiap masalah bisa ditangani segera dan unit tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.

Ia menjelaskan, FMC merupakan inovasi LiuGong dalam menyediakan layanan manajemen pemeliharaan terintegrasi bagi kontraktor tambang pengguna produk LiuGong. Perusahaan pun berencana memperluas program ini ke pelanggan lainnya, khususnya di sektor pertambangan.

Supervisor Maintenance Planner Site Bakan SMA, Budi S.W., mengaku sangat terbantu dengan implementasi FMC. Menurutnya, perawatan unit dump truck LiuGong DW90 yang telah beroperasi selama dua tahun dapat dioptimalkan. “Agar performanya tetap terjaga, kami harus melakukan perawatan secara optimal. Karena itu, kami mempercayakan pemeliharaannya kepada LiuGong melalui FMC,” ujar Budi. Ia menambahkan, program tersebut membantu perusahaan menekan biaya perawatan.

Sementara itu, Project Manager Site Toka Tindung SMA, Ignatius Watania, menilai FMC terbukti efektif. Selama lebih dari satu bulan berjalan, perusahaan dapat melihat performa unit yang semakin optimal. “Kami bisa mempertahankan physical availability di kisaran 95–97 persen,” ujarnya. Menurutnya, performa yang stabil tersebut membuat produksi berjalan optimal dan mampu memenuhi target.

Artikel Terkait