• Sabtu, 3 Oktober 2026
Edisi Terbaru

Link and Match Pendidikan SDM Sawit

Salam Sawit Indonesia,

Pada era 1990-an, konsep Link and Match telah diperkenalkan dalam dunia Pendidikan di Indonesia. Adalah Prof. Dr.-Ing. Wardiman Djojonegoro yang membawa konsep ini untuk menyelaraskan kebutuhan dunia industri dengan pendidikan. Link and Match menjadi strategi membangun kerjasama dan kemampuan siswa di sekolah agar adaptif dengan perkembangan teknologi di dunia usaha.

Dari tahun ke tahun, konsep Link and Match terus mengalami perkembangan maupun penyempurnaan. Berdiri sejak 2017, AKPY ‘STIPER’ terbukti sebagai lembaga pendidikan sawit yang sukses mencetak SDM siap kerja dan terjun di perkebunan. Tak hanya berkutat teori, lembaga di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) membentuk mahasiswa yang adaptif, tangguh, dan solutif untuk menyelesaikan persoalan maupun tantangan.

Di Rubrik Sajian Utama, kami membahas strategi AKPY ‘STIPER’ untuk mendidik generasi planter muda. Harus diakui AKPY ‘STIPER’ membentuk calon mahasiswa bahkan sebelum masuk kuliah dalam program Bernama Bina Mental, Fisik, Disiplin dan Kenal Kebun (Bintalfisdisbun). Begitupula perkuliahan dimulai, mahasiswa benar-benar digojlok dengan teori lengkap dan praktik langsung di lapangan.

AKPY ‘STIPER’ membekali mahasiswanya dengan belajar nyata dan mengerjakan langsung di perkebunan sawit melalui Learning Factory. Tujuannya menyiapkan mahasiswa untuk memiliki pengetahuan perkebunan kelapa sawit, mental yang tangguh serta kedisiplinan yang tinggi agar mampu beradaptasi dengan dunia kerja setelah selesai kuliah.

Memasuki era digital, soft skill mahasiswa AKPY ‘STIPER’ juga diasah melalui mata kuliah yang bersinggungan dengan teknologi. Direktur AKPY ‘STIPER’, Dr. Sri Gunawan fasilitas teknologi dan inovasi dosen STIPER menjadi modal dalam mendukung pembelajaran dan perkuliahan mahasiswa. Melalui penerapan teknologi digital (digitalisasi) menjadi keharusan agar industri sawit tetap kompetitif. Maka, pendidikan tinggi harus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri dan menekankan ketrampilan praktis. Pembaca, Majalah SAWIT INDONESIA kini memiliki saluran media baru di sosial media Bernama Podcast Sawit Indonesia. Walupun baru berjalan 3 minggu, jumlah penontonnya telah melampui 100 ribu orang. Tentu saja ini menjadi kebanggaan dan membuktikan bahwa Majalah SAWIT INDONESIA telah menjadi referensi stakeholder dan masyarakat Indonesia maupun di negara lain.

Artikel Terkait