• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Lima Produsen Perlindungan Tanaman Ramaikan SIEXPO 2026 di SKA Co Ex Pekanbaru

Pekanbaru, SAWIT INDONESIA — Industri perlindungan tanaman menjadi salah satu sektor yang akan meramaikan Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2026 yang digelar di SKA Co Ex, Pekanbaru, Riau, 6-8 Agustus. Sebanyak lima perusahaan penyedia produk pengendalian hama dan penyakit tanaman dipastikan berpartisipasi untuk memperkenalkan berbagai inovasi perlindungan tanaman bagi pelaku industri kelapa sawit.

Penyelenggaraan SIEXPO 2026 di Riau dinilai strategis mengingat provinsi tersebut merupakan sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Kehadiran perusahaan penyedia solusi perlindungan tanaman diharapkan dapat memperluas akses pekebun, perusahaan perkebunan, koperasi, hingga pelaku agribisnis terhadap teknologi pengendalian organisme pengganggu tanaman yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Ketua Panitia Pelaksana SIEXPO 2026 Qayuum Amri mengatakan perlindungan tanaman merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas perkebunan sawit. Serangan hama dan penyakit yang tidak tertangani dengan baik berpotensi menurunkan produksi, mengurangi kualitas hasil panen, hingga meningkatkan biaya operasional kebun.

"Melalui SIEXPO 2026, pelaku industri dapat melihat langsung perkembangan teknologi perlindungan tanaman sekaligus memperoleh informasi mengenai solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kami ingin menghadirkan seluruh ekosistem pendukung industri sawit dalam satu ajang," ujarnya.

Adapun perusahaan yang akan menampilkan produk perlindungan hama dan penyakit tanaman pada SIEXPO 2026 meliputi:

  • PT Bayer Indonesia
  • PT Gadasakti Agritek Pratama (Aussie)
  • PT Pelita Susun Bentang Organik
  • PT Mitra Sukses Agrindo
  • PT Bio Sarana Indonesia

Kelima perusahaan tersebut akan menghadirkan berbagai solusi pengendalian hama dan penyakit tanaman, mulai dari produk perlindungan tanaman, teknologi aplikasi, hingga inovasi yang mendukung kesehatan tanaman sejak fase pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM), hingga tanaman menghasilkan (TM).

Selain menjadi ajang promosi produk, keikutsertaan perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama dengan perusahaan perkebunan, koperasi, kelompok tani, maupun petani swadaya dalam penerapan sistem perlindungan tanaman yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan.

SIEXPO 2026 akan mempertemukan pelaku usaha dari seluruh rantai pasok industri sawit, mulai dari penyedia benih unggul, pupuk, produk perlindungan tanaman, alat dan mesin pertanian, kendaraan niaga, teknologi digital, lembaga pembiayaan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pameran ini dirancang sebagai wadah kolaborasi bisnis, investasi, dan inovasi yang memperkuat daya saing industri sawit nasional.

Penyelenggara berharap kehadiran perusahaan penyedia solusi perlindungan tanaman di SIEXPO 2026 dapat mempercepat adopsi teknologi budidaya modern di sektor perkebunan. Dengan pengendalian hama dan penyakit yang lebih tepat, produktivitas kebun dapat ditingkatkan, kualitas hasil panen lebih terjaga, serta praktik perkebunan sawit berkelanjutan semakin luas diterapkan di Indonesia.

Artikel Terkait