• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Legislator Muhammad Nasir: Saya Usulkan Ke Presiden Terpilih Prabowo, Sawit Sebagai Lokomotif Energi

Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - Anggota DPR RI Komisi VII Muhammad Nasir turut membuka gelaran 2nd Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2024 di Pekanbaru Convention and Exhibition (Ska-Coex), Riau, Kamis (8/8/2024).

Dalam sambutannya, Nasir mengapresiasi gelaran SIEXPO yang digelar di daerah barometer sawit nasional. Nasir menyampaikan ekonomi masyarakat Riau sejak adanya sawit semakin sejahtera, bahkan saat Covid-19 mewabah, ketahanan ekonominya tetap terjaga.

“Tapi memang saat saya menjabat Panja Lingkungan banyak problem tanah di Riau ini. Tapi bagi saya kalau masyarakat ini tidak usah dipermasalahkan soal tanah. Karena Keputusan SBY lewat perpres 2 hektar pun diizinkan biarpun hutan lindung,” ujar Nasir yang merupakan salah satu Bakal Cagub Riau.

Hadir dalam pembukaan SIEXPO 2024 antara lain SF Hariyanto (PJ Gubernur Riau), Dr. Gulat ME Manurung (Ketua Umum APKASINDO), Rini Hartatie (Wakajati Riau), Eddy Martono (Ketua Umum GAPKI), Dr. Syahrial Abdi (Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau), KH. Rusli Ahmad (Ketua Santri Tani NU), dan Dr. Rusman Heriawan (Wakil Menteri Pertanian RI 2011-2014).

Adapun kegiatan ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).M. Nasir optimis saat masa Presiden Prabowo Subianto nanti pertumbuhan ekonomi Riau makin maju. Dia bercerita, saat Prabowo berkunjung ke Riau, dia ingin harga CPO ini kita yang menentukan dan tidak ketergantungan dari luar.

“Saya sampaikan ke Prabowo, kalau bisa usulan kami dari komisi energi kami ingin CPO dijadikan bahan baku BBM kita dan lokomotif kita pakai CPO bener-bener manfaat buat kita. agar harga bisa bagus buat kita,” tuturnya.Untuk pasar ekspor, Nasir berharap ke depannya sawit Indonesia bisa terus konsisten lantaran devisa yang diperoleh negara cukup besar.“Terus ekspornya kita jaga, karena selisih ekspor ini ada keuntungan broker yang harusnya milik kita sendiri. Ini harus diatur lagi. Ini bisa menambah harga sawit lebih tinggi lagi. Jadi kita selama ini membiarkan harganya diatur asing,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana SIEXPO 2024, Qayuum Amri mengatakan, Majalah Sawit Indonesia telah menunaikan janjinya untuk kembali mengadakan gelaran yang pertama kali diselenggarakan pada 2023 lalu. Dia berharap, acara tahun ini bisa berkontribusi terhadap pembangunan industri kelapa sawit dan kesejahteraan masyarakat di Riau.

"Maka itu kami di SIEXPO kali ini kakmi mengambil tema “Kemitraan dan Penguatan Produktivitas Sawit di Indonesia” dari 8-10 Agustus 2024. Kami meyakini bahwa Riau merupakan barometer sawit nasional,” ujarnya.

Dikatakannya, acara tahun ini mengalami perbedaan. Pada tahun lalu ada 100 peserta pameran, sekarang sudah ada 150 peserta yang menampilkan benih, pupuk, pestisida, sarana prasana hingga produk agrokimia. Di samping itu, kata dia, kepesertaan event ini juga sudah go internasional, terbukti keikutsertaan perusahaan dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, India, hingga Jerman.

"Ini membuktikan bahwa kegiatan ini sesuai target dari Bang Gulat Manurung sebagai dewan pengarah, harus naik kelas,” ucapnya.

Artikel Terkait