• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Langkah Terpadu Cegah Karhutla Di Jalan Tol Trans Jawa

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan mengajak para pihak terkait untuk mengambil langkah strategis dan terpadu dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla guna mencegah terjadinya kembali kecelakaan akibat asap karhutla di jalan Tol Trans Jawa dan fasilitas umum lainnya. Hal itu diungkapkan Direktur Pengendalian Karhutla, R. Basar Manullang, pada rapat koordinasi antisipasi kebakaran hutan dan lahan di sekitar jalan tol trans Jawa dan fasilitas umum lainnya secara daring, (23/9/2022). Basar menyebutkan faktor utama tabrakan beruntun yang terjadi di Tol Pejagan Brebes - Pemalang yang mengakibatkan korban jiwa adalah minimnya pandangan pengendara akibat asap yang ditimbulkan dari pembakaran rumput alang-alang atau jerami di luar jalan tol. “Sehingga para pihak terkait perlu meningkatkan sinergitas dan langkah-langkah antisipatif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla secara umum, dan secara khusus untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari baik di jalan tol maupun fasilitas umum lainnya,” seru Basar. Basar menambahkan perlunya patroli yang intensif dari para pihak pengelola jalan tol untuk mereduksi kejadian serupa. Basar berharap adanya edukasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, dan pihak pengelola lebih mengintensifkan patroli serta melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terkait agar kejadian ini tidak terulang kembali di tempat lain. “Beberapa langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan yaitu memantau pemutakhiran data dan informasi dari BMKG dan web SiPongi (http://sipongi.menlhk.go.id), memberikan edukasi dan penyadartahuan tentang upaya pencegahan karhutla kepada masyarakat, pemasangan rambu bahaya kebakaran hutan di daerah yang tinggi intensitas, peningkatan peran masyarakat MPA, memastikan kesiapan infrastruktur penanggulangan karhutla, memastikan kecepatan respons, kerja sama antar instansi pentaheliks, serta adanya langkah penegakan hukum” jelas Basar. Berdasarkan data BMKG, kondisi lapisan permukaan tanah bagian bawah dalam kondisi kering, sehingga pengawasan kegiatan pembakaran lahan perlu diperketat. Jika dalam kurun waktu 5 - 7 hari ke depan tidak terjadi hujan terutama di wilayah Jawa sebelah utara, maka kondisi lapisan permukaan tanah dapat meningkat menjadi kategori sangat kering. Sumber: sipongi.menlhk.go.id

Artikel Terkait