PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) atau TPA telah mencatatkan kinerja positif di sepanjang tahun 2025. Pada Januari-Desember 2025, TLDN berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 5,42 triliun, atau 28,7% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara laba bersih pada tahun 2025 sebesar Rp 1,11 triliun, tumbuh 34% yoy.
“Realiasi bottom-line pada tahun lalu tumbuh positif disebabkan oleh kenaikan volume penjualan crude palm oil (CPO) dan harga jual rata-rata CPO dan palm kernel (PK) yang mengalami kenaikan masing-masing menjadi Rp 14.004/kg dan Rp 11.243/kg,” kata Direktur Utama PT Teladan Prima Agro Tbk, Wishnu Wardhana.
Adapun mayoritas pendapatan pada tahun lalu berasal dari penjualan CPO sebesar Rp 4,75 triliun, tumbuh 23,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini karena terdapat kenaikan harga jual sebesar 14,5%, dan kenaikan volume penjualan CPO sebesar 8,0%. Kedua, pendapatan sebesar Rp 359,49 miliar dari penjualan PK. Angka ini 32,2% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dikarenakan terdapat kenaikan harga jual sebesar 65,8% secara tahunan, walaupun volume penjualan lebih rendah sebesar 8.132 ton karena bertambahnya PK yang diolah menjadi crude palm kernel oil (CPKO).
Di samping itu Perusahaan juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp 296,65 miliar dari penjualan CPKO dan Rp 10,83 miliar dari penjualan palm kernel expeller (PKE).
Dari sisi pabrik pengolahan kelapa sawit, TLDN juga melaporkan sejumlah 1.463.439 ton TBS diolah pada tahun 2025, naik 5,9% dari pencapaian pada tahun sebelumnnya sebesar 1.381.677 ton. Hal ini disebabkan meningkatnya produksi kebun inti dan plasma dan pasokan TBS pihak ketiga.
Produksi CPO sebesar 333.092 ton naik 2,5% dibandingkan dengan 324.857 ton produksi CPO pada tahun sebelumnnya, disebabkan meningkatnya TBS yang diolah. Tingkat ekstraksi minyak sawit pada tahun 2025 sebesar 22,76% leih rendah dari 23,51% pada tahun sebelumnya.
Sementara produksi inti sawit sebesar 52.197 ton naik 2,8% dibandingkan 50.787 ton pada tahun sebelumnya. Adapun produksi CPKO pada tahun 2025 sebesar 11.991 ton dengan ekstraksi minyak inti sawit 41,00% naik dibandingan tahun sebelumnya.
“Kenaikan produksi kebun inti dan plasma merupakan hasil konsistensi penerapan praktik terbaik di perkebunan, termasuk dalam hal pemupukan, pemeliharaan infrastruktur, serta pemanfaatan teknologi dalam operasional kebun,” tambah Wishnu.
Sumber: teladanprima.com














