Wajo, SAWIT INDONESIA - Kunjungan keperkebunan sawit milik PTPN Group yang beroperasi di Keera, Kabupaten Wajo - Sulawesi Selatan, pada Sabtu (11 Mei 2024), mengakhiri kegiatan pelatihan petani sawit yang diikuti 209 orang dari Luwu Utara. Kegiatan pelatihan ini diadakan selama 5 hari (Selasa - Sabtu, 7 - 11 Mei 2024), secara rinci empat hari belajar teori dan satu hari mengunjungi (fieltrip) perkebunan yang dikelola perusahaan.
Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan pelatihan petani sawit, program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit, dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan - Kementerian Pertanian, yang diadakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY - STIPER).
Pada kesempatan itu, para peserta mendapat kesempatan untuk melihat langsung praktik tata kelola kebun yang diimplementasikan oleh perusahaan (PTPN). Terutama dalam hal Budidaya Tanaman Kelapa Sawit dan Panen & Pascapanen sesuai dengan modul (materi) yang dipelajari selama pelatihan.
Direktur AKPY - STIPER, Dr. Sri Gunawan, S.P, M.P, IPU menyampaikan seperti pada penyelenggaraan pelatihan petani sawit sebelumnya.
“Para peserta pelatihan selalu mendapat kesempatan untuk mengunjungi perkebunan perusahaan. Tujuannya tak lain selain untuk melihat praktik-praktik perkebunan yang baik sesuai dengan Good Agriculture Practices (GAP). Yaitu membutkikan teori dan materi yang disampaikan selama pelatihan oleh para instruktur,” katanya, saat ditemui di lokasi kunjungan kebun (fieltrip), di Wajo.
Dikatakan Dr. Sri Gunawan, dalam kunjungan itu para peserta dapat melihat langsung perkebunan yang dikelola perusahaan dari mulai budidaya hingga panen.
“Ini penting agar para petani sawit bisa mencontoh hal-hal baik yang dilakukan perusahaan dalam hal pengelolaan kebun. Salah satunya yang tak kalah penting saat memilah buah (TBS) saat panen sehingga hasil TBS-nya berkualitas. Jangan hanya mengejar dari sisi berat (kuantitas) melainkan kualitas TBS dengan rendemen yang tinggi,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Manager Kebun, PTPN 1 Regional 8, Andi Asdar Iskandar menyampaikan pihaknya menyampaikan terimakasih kepada para peserta (pelatihan) beserta pendamping yang sudah berkenan berkunjung kekebun kami.
"Dalam kunjungan peserta diperlihatkan praktik mengelola kebun sesuai dengan standar (Good agriculture Practices). Dari penanaman menggunakan bibit unggul (bersertifikat) hingga memilah buah (TBS) matang yang layak dipanen," ujarnya, saat ditemui di lokasi kunjungan.
"Sekali lagi, kami sampaikan khusus untuk petani sawit agar menyiapkan bibit bersertifikat supaya hasilnya berkualitas. Ini penting dan harus dipahami sebab bibit unggul akan menentukan hasil berkualitas yang berdampak pada pendapatan," imbuh Asdar.
Meski kali pertama PTPN 1 regional 8 yang beroperasi di Keera – Wajo, mendapat kunjungan peserta pelatihan. Namun, pihak perusahaan kerap memberikan pelatihan kepada petani sawit yang tak jauh dari wilayah operasionalnya.
“Kunjungan petani sawit kekebun kami, ini yang pertama. Pada prinsipnya kami menyambut baik para petani yang telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan AKPY STIPER dengan dukungan BDPPKS dan Ditjen Perkebunan,” pungkas Asdar.














