• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Kualitas TBS Ditentukan di Panen, RPN-BPDP-Ditjenbun Perkuat SDM Petani Sawit Lewat Pelatihan

Palembang, SAWIT INDONESIA — Kualitas tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tidak hanya ditentukan saat pemeliharaan di kebun, tetapi sangat bergantung pada ketepatan panen. Kesalahan menentukan tingkat kematangan buah hingga penanganan pascapanen yang kurang tepat masih menjadi persoalan utama yang membuat produktivitas sawit rakyat belum optimal.

Menjawab tantangan itu, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) menggelar pelatihan teknis panen dan pascapanen bagi 96 petani sawit asal Banyuasin dan Musi Banyuasin, 22–26 Juni 2026 di Hotel Aryaduta Palembang.

Pelatihan yang menjadi bagian dari program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) 2026 ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan standar panen yang tepat, mengurangi losses, menjaga mutu TBS, serta meningkatkan rendemen minyak.

POPT Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Pemberdayaan dan Peningkatan Kapabilitas Ditjenbun, Tulus Tri Margono, SP., MP, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperbaiki produktivitas sawit rakyat yang saat ini masih jauh dari potensi ideal.

“Produktivitas kebun sawit rakyat saat ini masih berkisar 2–3 ton per hektare per tahun, sementara potensi optimal dapat mencapai 7–8 ton per hektare per tahun,” ujarnya, dalam jaringan (zoom meeting), pada Senin (22 Juni 2026).

“Potensi kita besar, tetapi belum sepenuhnya dimaksimalkan. Salah satu penyebabnya adalah masih lemahnya kapasitas SDM, terutama dalam aspek teknis panen dan pascapanen,” sambung Tulus.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa investasi pemerintah melalui program peremajaan, bantuan sarana, dan infrastruktur harus diimbangi dengan peningkatan pengetahuan petani.

“Selain pupuk, alat, dan jalan, yang tak kalah penting adalah pengetahuan petani. SDM adalah fondasi utama,” tegas Tulus.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, M. Ichwansyah, SP., M.Si. Ia mengatakan panen adalah tahap akhir budidaya, tetapi menjadi penentu utama kualitas dan kuantitas hasil.

“Tujuan panen adalah mengambil buah pada tingkat kematangan yang tepat dengan kerusakan seminimal mungkin. Salah panen bisa menurunkan mutu TBS, rendemen minyak, hingga harga jual petani,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemahaman tentang ciri kematangan buah, pengelolaan brondolan, serta kecepatan distribusi hasil panen menjadi kunci menjaga kualitas.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di bawah RPN, Dr. Winarna, menegaskan bahwa transfer teknologi kepada petani harus terus diperkuat agar hasil riset benar-benar diterapkan di lapangan.

"Kualitas TBS ditentukan di panen. Kesalahan dalam menentukan tingkat kematangan buah, kehilangan brondolan, maupun keterlambatan pengangkutan dapat mengurangi rendemen dan menurunkan nilai jual hasil panen. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan petani memperoleh keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan secara berkelanjutan," ujar Dr. Winarna.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perizinan dan Penyuluhan Perkebunan Dinas Perkebunan Musi Banyuasin, Sunarso, turut mengapresiasi pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas petani dalam panen dan pascapanen menjadi solusi penting untuk menjawab persoalan kualitas produksi sawit rakyat.

Sebagai bagian dari pembelajaran praktik, peserta juga dijadwalkan mengikuti kunjungan lapang ke PT Perkebunan Nusantara IV pada 25 Juni mendatang. Melalui kegiatan ini, petani diharapkan dapat melihat langsung penerapan sistem panen yang efektif dan efisien di lapangan.

Melalui kolaborasi RPN, BPDP, dan Ditjenbun, pemerintah berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga memperkuat daya saing sawit rakyat melalui perbaikan kualitas TBS—karena dari panen yang tepat, produktivitas dan pendapatan petani bisa tumbuh lebih berkelanjutan.

Artikel Terkait