SAWIT INDONESIA - Kunjungan lapang pelatihan Gelombang 4 Aceh dilakukan hari Sabtu tanggal 3 Oktober 2026 ke Koperasi Produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai dengan Alamat Gampong Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Rombongan peserta pelatihan berangkat jam 07.30 pagi dari hotel Diana dan hotel Rajawali, kota Lhokseumawe menuju Koperasi. Perjalanan ke tempat kunjungan lapang secara peta membutuhkan waktu 1,5 jam sedangkan realisasinya ditempuh dalam waktu 2 jam menggunakan bus. Rombongan sampai dikoperasi diterima dengan baik oleh Bapak Abu Bakar AR selaku Ketua Koperasi Berkat Bunga Damai beserta tim.
Kegiatan kunjungan lapang diawali dengan tampilan yel – yel penyemangat dari masing – masing kelas. Dilanjutkan dengan perkenalan koperasi dan arahan singkat dari Ketua Koperasi. Disampaikan bahwa Koperasi Berkat Bunga Damai sebelumnya berbentuk Gapoktan Berkat Bunga Damai. Pada tahun 2022 naik kelas dari Gapoktan menjadi Koperasi. Pada tahun 2024, koperasi mengurus sertifikasi RSPO (Roundtable for Sustainable Palm Oil). Pada bulan Maret 2026, koperasi produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai memperoleh Sertifikat RSPO. Saat inipun, koperasi sedang mengurus sertifikasi ISPO.
Peserta kunjungan lapang dibagi menjadi 5 kelompok sesuai dengan kelasnya masing – masing. Setiap kelas didampingi oleh wali kelas dari BPI dan pendamping kunjungan lapang dari Koperasi. Praktek lapang dimulai dengan menghitung umur tanaman sawit. Dari perhitungan lingkar pelepah diperoleh 13 lingkar + pelepah tajuk, dimana 1 tahun tumbuh 2-3 lingkar pelepah. Dari 13 lingkar pelepah dibagi 3 adalah 4 tahun 4 bulan setara TM4, Berarti umur tanaman sawit adalah 7 – 8 tahun.
Selanjutnya peserta melakukan sensus kondisi batang dan daun sawit untuk mengetahui defisiensi hara, baik hara P (dari pengamatan batang) maupun hara N, K, Mg, B (dari pengamatan daun) serta defisiensi Mg (dari pengamatan pelepah). Dilapangan dijumpai ada sedikit gejala kekurangan kalium dan magnesium. Hara lainnya aman. Peserta juga mempraktekkan penentuan tekstur tanah (pasir / debu / liat / lempung), dimana tekstur dominan ditempat kunjungan lapang adalah tanah berpasir.
Selanjutnya peserta melakukan sensus global untuk penerapan EWS (Early Warning System) pengendalian hama dan penyakit tanaman. Mulai dari deteksi kondisi daun (ulat api dan ulat kantong), kondisi pelepah (kumbang badak), deteksi buah (tikus, tupai), deteksi batang (ganoderma). Dilapangan tidak dijumpai serangan hama dan penyakit tanaman.
Peserta diminta menilai kondisi hijauan dikebun terkait keberadaan gulma. Kondisi hijauan dilapangan cenderung terlalu bersih. Ada ditemui beberapa gulma berbatang keras, lainnya singkapan tanah berpasir.
Peserta juga menghitung kecukupan jumlah pelepah dipohon sawit, dimana usia 7 – 8 tahun panennya masih menggunakan dodos, dengan standar pelepah adalah songgo 3. Dilapangan kondisi pelepahnya bervariasi, sebagian besar adalah songgo 2 – 3. Pada satu pohon yang kekurangan pelepah, terlihat ditajuk bagian atas tidak muncul bunga jantan atau bunga betina.
Secara produksi, dihitung jumlah tandan buah yang ada dipohon. Satu pohon dijumpai ada 14 buah beraneka tahap perkembangan dan 1 seludang baru. Kondisi saat kunjungan lapang baru ada hujan dalam 1 minggu terakhir. Keberadaan buah dipokok didukung oleh pinggul pohon yang besar, sehingga perakaran dibawah pohonnya juga lebih banyak.
Secara keseluruhan kondisi kebun relatif terawat dan produksinya relatif baik.
Selanjutnya peserta berkumpul di balai pertemuan untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Ketua Koperasi (Bapak Abu Bakar AR). Di balai pertemuan, pak Abu menceritakan perjuangan koperasi sampai memperoleh sertifikasi RSPO, apa manfaat sertifikasi bagi pekebun sawit dan gambaran singkat bagaimana proses mengurus sertifikasi RSPO tersebut. Selain sertifikasi RSPO, sekitar 500-an anggota koperasi sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan melalui program DBH (Dana Bagi Hasil) sawit. Koperasi juga baru mendapatkan persetujuan program sapras bibit sawit untuk kebun yang terkena banjir besar di Aceh bulan oktober 2025 lalu.














