• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Konferensi SIEXPO 2024 Bahas Kemitraan Sawit dan FPKM

Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - Masalah kemitraan sawit kembali mencuat akhir-akhir ini sebagai dampak dari kurang padu serasinya regulasi pemerintah. Imbasnya banyak terjadi pemahaman yang berbeda-beda sehingga berpotensi menimbulkan konflik sosial.

Data menunjukkan kemitraan antara perusahaan sawit dengan petani (plasma) terus menurun jumlahnya. Dari tahun 1990 hingga 2000-an, petani bermitra dari sebelumnya 1,7 juta hektar menjadi kurang lebih 400.000 ha.

Masalah tersebut nanti akan dikupas tuntas pada gelaran Konferensi 2nd Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) yang akan berlangsung di Pekanbaru Convention and Exhibition (Ska-Coex), Riau, pada 8 Agustus 2024.

Nantinya pembahasan “Kemana Arah Kemitraan Sawit?” akan diulas oleh pemateri yang ahli di bidangnya. Di antaranya Dr. Prayudi Syamsuri (Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perkebunan Kementan RI), Eddy Martono (Ketua Umum GAPKI), Dr. Rino Afrino (Sekjen APKASINDO), dan HY Sihotang Plasma Controller Sinarmas Riau PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk.

Ketua Panitia Pelaksana SIEXPO 2024, Qayuum Amri mengatakan sesi kemitraan yang dibahas dalam konferensi akan memberikan solusi bagi keberlanjutan industri sawit untuk membangun hubungan sinergis antara perusahaan dengan petani sawit.

“Masalah kemitraan dan produktivitas sawit ini menjadi faktor tantangan yang akan dihadapi industri sawit di masa depan. Apabila persoalan ini tidak menjadi perhatian bersama, kami khawatirkan industri sawit Indonesia akan goyah dan tumbang,” tutup Qayuum.

Artikel Terkait