Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Untuk meningkatkan pemahaman peran dan manfaat sektor kelapa sawit kepada masyarakat, Politeknik LPP Yogyakarta berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengadakan Pemilihan Duta Usaha Kecil Mikro dan Koperasi (UKMK) Sawit Yogyakarta 2025.
Kegiatan ini diikuti 30 peserta mahasiswa (16 laki-laki dan 14 perempuan) dari Perguruan Tinggi Yogyakarta yang terseleksi. Peserta yang merupakan generasi-Z diharapkan dapat berperan dalam mengkampanyekan kebaikan sawit dan produk UKMK sawit.
Setelah melalui proses seleksi yang ketat dan karantina, terpilih 14 finalis pencarian duta UKMK sawit Yogyakarta tahun 2025, terdiri dari 7 peserta laki-laki dan 7 peserta perempuan dari Politeknik LPP Yogyakarta dan Instiper Yogyakarta. Pengumuman para finalis ini diumumkan pada Grand Final Duta UKMK Sawit Yogyakarta 2025, pada Rabu (19 Februari 2025), di Yogyakarta.
“Peserta finalis diharapkan dapat memberikan warna baru dalam mengampanyekan kebaikan sawit dan produk UKMK sawit,” ujar Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Mustangin, saat menyampaikan sambutan.
Dikatakan Mustangin, bahwa sawit sebagai salah satu penyumbang devisa di Indonesia dari sektor non migas sehingga keberlanjutannya perlu dijaga khususnya oleh mahasiswa dan gen-Z.
“Untuk itu, mahasiswa harus dapat berperan aktif dalam menyampaikan kebaikan sawit, yang menyumbang devisa negara. Serta dapat menyaring informasi-informasi negatif yang menyudutkan sawit (kampanye negatif sawit). Salah satunya, berinovasi membuat, mengembangkan dan memasarkan produk berbahan sawit dan limbah sawit menjadi produk bernilai tambah. Diperlukan pendampingan dari mahasiswa dan civitas Perguruan Tinggi menjadi penting,” katanya.
Untuk lebih memantapkan peran pada finalis dalam mengampanyekan kebaikan sawit kepada masyarakat, Kepala Divisi UKMK Bapak Helmi Muhansyah menyampaikan tiga pesan. Pertama, harus tetap kritis terhadap black campaign sawit. Kedua, harus dapat menjadi advokat sawit secara faktual melalui media sosial. Ketiga dapat mengembangkan semangat kewirausahaan terutama UKMK berbahan sawit.
“Kami (BPDP) terutama divisi UKMK merasa senang dapat berkolaborasi dengan Politeknik LPP Yogyakarta dapat melahirkan duta-duta UKMK sawit Yogyakarta 2025. Semoga dapat berkontribusi sesuai dengan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini,” ucap Helmi, yang hadir secara virtual mewakili Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman.
Pemilihan Duta UKMK Sawit disambut baik
Apresiasi pada kegiatan pemilihan Duta UKMK Sawit disampaikan Kepala LLDIKTI V, Setyabudi Indartono. Kegiatan ini setidaknya memiliki dua output yang dapat berpengaruh signifikan terhadap mahasiswa dan Perguruan Tinggi serta bagi LLDIKTI V.
“Kegiatan ini selain sebagai jalur prestasi mahasiswa juga dapat dijadikan sarana bagi para peserta dalam menngembangkan soft skill terutama tentang sawit. Selain itu, untuk kompetisi prestasi bagi mahasiswa, bagi Perguruan Tinggi dapat membantu dalam meningkatkan akreditasi, bagi LLDIKTI V kegiatan ini setidaknya dapat mendorong Indikator Kinerja Utama (IKU),” ujarnya.
Sedangkan, Wisnu Hermawan selaku Plh. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Yogyakarta mengutarakan kegiatan ini tetap relevan diadakan di Yogyakarta walaupun tidak terdapat lahan sawit.
“Salah satu tantangan saat ini adalah masih cukup banyak yang tidak mengenal manfaat sawit secara komprehensif. Sehingga kegiatan ini menjadi salah satu menyampaikan persepsi baik tentang sawit untuk masyarakat Yogyakarta”, terangnya.
“Kami berharap peserta, mahasiswa tidak hanya memahami teori tetapi juga dapat menciptakan produk-produk baru berbahan sawit serta membantu pegiat UKM Yogyakarta untuk dapat memasarkan produknya,” imbuh Wisnu.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Yogyakarta, Dodi Junianto menyampaikan harapan bagi duta UKMK sawit Yogyakarta yang terpilih.
“Semoga kegiatan ini menumbuhkan rasa kewirausahaan, menumbuhkan inovasi untuk produk berbahan sawit khususnya dikalangan generasi-Z,” ujarnya.
“Bagi para duta terpilih semoga dapat dijadikan sebagai role model dalam mengampanyekan, mengedukasi kebaikan sawit sekaligus sebagai inspirasi dalam menciptakan inovasi produk berbahan sawit dan limbah sawit,” tambah Dodi.
Dengan terpilihnya Duta UKMK Sawit Yogyakarta 2025 menambah daftar keragaman duta-duta yang ada di Yogyakarta. “Duta UKMK sawit seperti halnya duta pada umumnya memiliki pengetahuan terkait kedutaannya, namun tidak hanya itu duta UKMK sawit ternyata dapat mendorong perekonomian bagi UMKM sawit walaupun tidak secara langsung, serius ini unik”, ungkap Bara Zulfa salah satu juri penilai.
Ungkapan bangga disampaikan salah satu finalis Duta UKMK Sawit. “Saya sangat senang bisa menjadi bagian finalis dengan teman-teman yang lain, rangkaian kegiatan ini sangat luar biasa, beda dengan lainnya. Semoga saya dan teman-teman lainnya dapat memberikan yang terbaik sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai dan membantu mengkampanyekan produk UKMK berbahan sawit. Terimakasih Politeknik LPP dan BPDP, semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan dapat dilaksanakan di tahun mendatang,” ujar salah satu finalis grand final duta UKMK sawit Yogyakarta 2025.
Secara luring, turut dihadiri oleh kepala LLDIKTI V Bapak Setyabudi Indartono, Plh. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Yogyakarta Bapak Wisnu Hermawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Bidang Sarpras Perindustrian dan Perdagangan Bapak Dodi Juniarto serta civitas dari Perguruan Tinggi Politeknik LPP, Instiper dan Universitas Mercu Buana.














