• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Klinik Berdaya Sawit PT BGA: Upaya Tingkatkan Kompetensi Petani Sawit Mandiri

Ketapang, SAWIT INDONESIA – PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) memiliki komitmen yang besar dalam hal pendampingan terhadap petani sawit mandiri. Hal ini dibuktikan dengan sebanyak 43 petani sawit mandiri yang tinggal di sekitar perkebunan PT BGA Region 8A dilibatkan dalam kegiatan Klinik Berdaya Sawit. Program yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola kebun kelapa sawit secara berkelanjutan.

Melalui program tersebut, peserta mendapatkan materi mencakup fisiologi tanaman kelapa sawit, teknik panen dan transportasi, pengendalian Hama Penyakit Tanaman (HPT), pemupukan dan kesuburan tanah, hingga akses sarana dan prasarana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Selain itu, praktik lapangan mengenai cara menentukan standar tanaman sawit yang baik dari aspek pemupukan hingga perawatan.

Dalam pelaksananannya, PT BGA menghadirkan trainer dari internal perusahaan, mulai dari manajer riset hingga manajer operasional, serta perwakilan dari Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) Kabupaten Ketapang.

Kegiatan ini turut dihadiri tamu undangan, di antaranya Kepala Desa Ulak Medang Isnaini dan Kepala Desa Simpang Tiga Sembelangaan yang diwakili Kasi Pemerintahan, Widia.

HRD PT BGA Region 8A, Alan Supriyadi menyampaikan bahwa perusahaan memiliki komitmen dalam mendorong pertumbuhan masyarakat sekitar. Salah satunya melalui ‘Klinik Berdaya Sawit’ yang menjadi wadah untuk membangun hubungan yang lebih erat antara perusahaan dan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan agar masyarakat sekitar juga ikut berkembang melalui budidaya sawit yang benar. Kami percaya, ketika petani mandiri berkembang, maka ekosistem perkebunan secara keseluruhan juga akan semakin kuat,” kata Alan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

Sementara, Dwi Suharyanto dari tim CSR PT BGA menambahkan kegiatan ini sejalan dengan visi perusahaan yang ingin tumbuh bersama masyarakat sekitar.

"Kami ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Harapannya, petani mandiri juga bisa memiliki kebun sawit yang produktif dan berkualitas, sama baiknya dengan kebun perusahaan. Dengan begitu, manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih merata dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” ungkapnya.

“Melalui Klinik Berdaya Sawit ini, kami berharap sinergi dengan petani mandiri dapat memperkuat keberlanjutan usaha perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sambung Dwi.

Program Klinik Berdaya Sawit dari PT BGA mendapat sambutan positif dari pemerintah Daerah yang disampaikan oleh Nugroho Heru perwakilan dari Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) Kabupaten Ketapang.

Ia menilai program ini sebagai langkah positif perusahaan. Menjadi pembekalan pengetahuan teknis bagi petani sawit mandiri sangat penting agar produktivitas kebun mereka tidak jauh tertinggal dari perkebunan besar.

“Kami dari pemerintah sangat mendukung program berbagi ilmu seperti ini agar budidaya kelapa sawit semakin baik. Jika petani mandiri dibekali pengetahuan yang benar, mereka tidak hanya mendapatkan hasil panen yang lebih optimal, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelas Nugroho.

Artikel Terkait