Pekanbaru, SAWIT INDONESIA — PT Wahana Safety Indonesia (WSI) menilai aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perlu menjadi perhatian utama di tengah pertumbuhan industri kelapa sawit. Menurut perusahaan, keberlanjutan sektor perkebunan tidak hanya ditentukan oleh produktivitas, tetapi juga kemampuan perusahaan melindungi tenaga kerjanya dari risiko kecelakaan kerja.
Pesan tersebut disampaikan WSI melalui partisipasinya dalam Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 yang berlangsung di SKA Coex, Pekanbaru, pada 6—8 Agustus 2026.
Direktur Sales & Marketing PT Wahana Safety Indonesia Fransiskus B. Hermanto mengatakan pekerja perkebunan menghadapi berbagai potensi bahaya dalam aktivitas operasional, mulai dari medan kerja yang berlumpur dan licin hingga penggunaan alat berat serta peralatan tajam.
"Industri sawit memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Namun, di balik aktivitas produksi terdapat pekerja yang menghadapi berbagai risiko setiap hari. Pertumbuhan industri tidak dapat dikatakan berkelanjutan apabila keselamatan pekerja masih dipandang sebagai pelengkap," ujarnya di sela-sela SIEXPO, Kamis (6 Agustus 2026).
Menurut Fransiskus, penerapan K3 tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga berdampak terhadap efisiensi operasional perusahaan. Kecelakaan kerja berpotensi menyebabkan hilangnya jam kerja, menurunkan produktivitas, meningkatkan biaya operasional, hingga mengganggu kelangsungan aktivitas di lapangan.
Sebaliknya, lingkungan kerja yang aman dinilai dapat membantu perusahaan menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kepercayaan pekerja maupun mitra usaha.
Sejalan dengan itu, WSI menjadikan sektor perkebunan sebagai salah satu fokus pengembangan solusi keselamatan kerja. Perusahaan menilai setiap sektor industri memiliki karakteristik risiko yang berbeda sehingga pemilihan alat pelindung diri (APD) perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, jenis pekerjaan, durasi penggunaan, serta potensi bahaya yang dihadapi pekerja.
Dalam ajang SIEXPO 2026, perusahaan memperkenalkan Wahana Safety Shoes, sepatu keselamatan yang diproduksi di Indonesia dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan pekerja di berbagai sektor industri, termasuk perkebunan.
Fransiskus mengatakan pekerja perkebunan membutuhkan perlindungan kaki yang mampu menghadapi kondisi medan yang tidak rata, basah, maupun berlumpur tanpa mengurangi kenyamanan selama digunakan.
"Pekerja perkebunan membutuhkan sepatu keselamatan yang tidak hanya kuat, tetapi juga sesuai dengan karakter pekerjaan dan kondisi lapangan di Indonesia. Kami ingin menghadirkan produk dalam negeri yang dapat menjawab kebutuhan tersebut," katanya.
Menurut dia, pengembangan produk keselamatan kerja dalam negeri juga menjadi bagian dari upaya mendukung industri manufaktur nasional. Produk lokal yang memenuhi standar keselamatan dinilai dapat menjadi alternatif bagi perusahaan perkebunan dalam memenuhi kebutuhan APD.
Selain memperkenalkan produk, WSI memanfaatkan SIEXPO sebagai sarana berdiskusi dengan perusahaan perkebunan, kontraktor, pengelola operasional, hingga petani guna memperoleh masukan terkait tantangan keselamatan kerja di lapangan.
"Kami hadir bukan sekadar memperkenalkan produk, tetapi juga ingin memahami kebutuhan pelaku industri sehingga solusi keselamatan yang dikembangkan dapat lebih relevan dengan kondisi di lapangan," ujar Fransiskus.
Melalui partisipasi dalam SIEXPO, perusahaan berharap pelaku industri perkebunan semakin memandang investasi pada keselamatan kerja sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas, keberlangsungan usaha, dan kesejahteraan tenaga kerja.






