• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Kerja Sama BRIN dan TUAT: Propagation and Isolation Plant-Growth Promoting Microbes of Biofuel Feedstock Tree Pongamia

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) dan University of Agriculture Technology (TUAT) Jepang melakukan penjajakan potensi kerja sama di bidang pemanfaatan mikroba sebagai pendorong pertumbuhan pohon Pogamia pinnata penghasil biodisel. Penjajakan ini dilakukan melalui diskusi kolaborasi riset pada Selasa (12/12) di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno.

Nur Laili, peneliti PRMT yang mewakili Kepala PRMT menyampaikan, saat ini draf kerja sama BRIN dan TUAT tentang Propagation and Isolation Plant-Growth Promoting Microbes of Biofuel Feedstock Tree Pongamia pinnata sedang dalam proses review kedua belah pihak. Kami berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama kesepakatan tersebut dapat diratifikasi.

“Tentunya kerja sama ini menjadi kesempatan besar bagi PRMT. Banyak sekali ruang lingkup kegiatan riset yang nantinya dapat dieksplor kedua belah pihak. Diantaranya terkait isolasi, karakterisasi dan identifikasi mikroba pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR/PGPF), analisis keanekaragaman mikroba, metode inokulasi dan evaluasi mikroba, propagasi Pongamia (Malapari), peningkatan kapasitas peneliti dan staf, publikasi bersama serta pertukaran data dan informasi ilmiah. Hal ini tentunya akan dapat mengoptimalkan pemanfaatan Malapari serta meningkatkan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia,” ujar Laili.

Perwakilan dari TUAT Shin Okazaki mengatakan, topik utama kolaborasi riset tentunya akan meliputi penyiapan lahan tanam, penanaman, budidaya, pemanenan dan ektraksi biji dalam bentuk minyak jenis P. pinnata lokal Indonesia. Kerja sama direncanakan akan dilakukan pada tahun 2024 dan melibatkan beberapa perusahaan Jepang selama lima tahun ke depan pada lahan seluas 300 hektar di Kalimantan Selatan.”

“Tak hanya itu, kolaborasi riset ini juga akan mempelajari metode seleksi untuk budidaya dan pemilihan tanaman pendamping yang cocok untuk agroforestry. Saat ini penelitian P. pinnata yang sedang dilakukan TUAT terkait analisis keragaman genetik dari jenis-jenis domestik, analisis phenologi, koleksi dan evaluasi mikroorganisme simbiotik, serta optimalisasi perbanyakan melalui pemotongan, penyiraman dan pemupukan,” terang Okazaki.

Profesor TUAT tersebut menambahkan, saat ini inovasi metode perbanyakan P. pinnata dilakukan dengan pemotongan batang menggunakan inokulan mikroba yang bertujuan untuk pertumbuhan bibit yang sehat dengan pengaruh rhizobia, mikoriza, dan mikroba yang memacu perakaran untuk budidaya Pongamia yang berkelanjutan.

Sumber: brin.go.id

Artikel Terkait