JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong transformasi besar-besaran pada kelembagaan petani kelapa sawit rakyat untuk menguasai rantai industri hilir. Langkah ini mencakup pembangunan pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) hingga pengoperasian kilang (refinery) minyak goreng secara mandiri oleh koperasi.
Strategi ini digulirkan untuk memangkas ketergantungan petani pada korporasi besar sekaligus memperbesar porsi nilai tambah ekonomi yang dinikmati para pekebun swadaya dan plasma di tingkat akar rumput.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menargetkan gerakan koperasi nasional sudah memiliki kilang minyak goreng sendiri pada 2027.
“Produk yang dihasilkan nantinya akan dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Jadi, pasarnya sudah punya, outlet-nya sudah punya,” tegas Ferry saat memberikan pengarahan dalam Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (PENAS) III di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Menteri Koperasi menyoroti fakta bahwa selama tiga dekade terakhir, struktur rantai nilai industri sawit nasional—mulai dari konsesi perkebunan skala besar, pabrik pengolahan CPO, hingga industri minyak goreng—masih sangat didominasi oleh kelompok korporasi raksasa.
Poin-poin utama percontohan PKS Musi Banyuasin, kemitraan lahan Satgas PKH bersama PT APN, serta pesan Bappenas mengenai stabilitas harga TBS meliputi:
Replikasi Proyek Percontohan Pabrik CPO Musi Banyuasin:
- Kemenkop mengarahkan pembinaan koperasi dari sekadar budidaya hulu menuju penguasaan fasilitas pengolahan hilir.
- Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, dijadikan proyek percontohan nasional di mana sebuah koperasi petani sukses mengoperasikan pabrik CPO berkapasitas 60 ton per jam. Model ini siap direplikasi di berbagai daerah sentra sawit lainnya.
Kemitraan Lahan Satgas PKH dengan PT Agrinas Palma Nusantara:
- Kemenkop meminta Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menjalin kemitraan strategis dengan BUMN PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).
- Lahan-lahan perkebunan hasil penertiban oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) didorong untuk dikelola bersama koperasi di bawah naungan APKASINDO melalui pola plasma.
Solidaritas Petani Plasma dan Stabilitas Harga TBS:
- Dalam forum yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya soliditas dan kekompakan para petani plasma untuk memperkuat posisi tawar (bargaining position).
- Rachmat mengimbau petani agar disiplin menjaga stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) dan tidak tergiur menjual hasil panen dengan harga murah kepada pihak luar di luar rantai kemitraan resmi.
Melalui kepemilikan pabrik CPO, kilang minyak goreng mandiri, integrasi jaringan distribusi desa, serta pemanfaatan lahan penertiban Satgas PKH, Kemenkop optimistis kemandirian ekonomi petani sawit Indonesia dapat terwujud secara berkelanjutan.
Sumber: rri.co.id














