SIAK, SAWIT INDONESIA - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dijalankan oleh PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III menunjukkan capaian produktivitas positif di Kabupaten Siak, Riau. Sejumlah koperasi petani sawit swadaya yang menjadi mitra percontohan berhasil membukukan hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) melampaui standar nasional.
Capaian tertinggi diraih oleh Koperasi Produsen Unit Desa Budi Sawit dengan produktivitas mencapai 19,3 ton per hektare (Ha). Angka ini setara dengan 129 persen dari tolok ukur Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang berada di kisaran 15 ton/Ha.
Sementara itu, Koperasi Produsen Unit Desa Lembah Sawit membukukan produktivitas sebesar 17,4 ton/Ha (116,15 persen dari standar PPKS), dan Koperasi Produsen Karya Tani mencatatkan produktivitas sebesar 13,3 ton/Ha.
Pelaksana Tugas (Plt.) Region Head PTPN IV Regional III, Sori Ritonga, menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan PSR terletak pada keberlanjutan hasil panen pascaremajakan tanaman.
“Keberhasilan PSR tidak cukup diukur dari berapa luas lahan yang diremajakan. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana kebun tersebut dikelola, tumbuh, dan akhirnya menghasilkan produktivitas yang optimal,” ujar Sori Ritonga.
Poin-poin utama empat inisiatif utama PTPN IV, tahapan realisasi lahan koperasi, serta penguatan sistem single management meliputi:
Empat Pilar Inisiatif Pendampingan PTPN IV:
- Penerapan Single Management: Pengelolaan operasional kebun rakyat yang terintegrasi dan terarah sesuai standar industri.
- Penggunaan Bibit Unggul Bersertifikat: Jaminan kualitas varietas hulu untuk memastikan potensi produksi jangka panjang.
- Kemitraan Off-Taker: Jaminan penyerapan hasil panen TBS oleh pabrik pengolahan PTPN IV dengan kepastian harga yang transparan.
- Pendampingan Teknis Budidaya: Transfer pengetahuan Good Agricultural Practices (GAP) dan penguatan kapasitas kelembagaan koperasi.
Realisasi dan Rencana Perluasan Lahan Koperasi:
- KPUD Budi Sawit: Merealisasikan PSR Tahap I seluas 90 Ha pada 2020, serta melanjutkan Tahap II seluas 66 Ha pada 2025.
- KPUD Lembah Sawit: Merampungkan Tahap I seluas 160 Ha pada 2020, dan merencanakan perluasan Tahap II seluas 173,24 Ha pada 2026.
- Koperasi Produsen Karya Tani: Menyelesaikan Tahap I seluas 214 Ha pada 2021, dan menyiapkan Tahap II seluas 122,96 Ha pada 2026.
Tanggapan dan Testimoni Kelembagaan Petani:
- Ketua KPUD Budi Sawit, Suwardi, serta Ketua KPUD Lembah Sawit, Suparman, menyampaikan bahwa tata kelola terpadu memberikan kepastian budidaya yang sulit dijangkau secara mandiri.
- Ketua Koperasi Produsen Karya Tani, Sanimin, berharap pola pendampingan off-taker dan peremajaan bibit unggul ini dipertahankan guna menjaga kontinuitas produksi kebun hingga masa produktif puncak.
Capaian produktivitas tinggi petani mitra di Kabupaten Siak ini membuktikan bahwa sinergi hulu-hilir antara BUMN perkebunan dan petani swadaya mampu mengubah wajah perkebunan rakyat menjadi lebih berdaya saing, efisien, dan berkelanjutan.
















