Kawat Duri Siduri memiliki lapisan Seng dengan kandungan Aluminium 10% yang dapat digunakan sektor industri sawit, baik di kebun, pabrik, maupun perumahan karyawan sebagai komponen pembatas atau sebagai pengamanan.
Dukungan terhadap para pelaku usaha di sektor industri sawit dari pelaku usaha supporting terus bertambah. Kali ini, dukungan dari pelaku usaha (produsen kawat) yaitu Kabatama Raya yang memproduksi kawat duri dengan merek Siduri.
Sejak tahun ini, Kabatama Raya mulai melirik pasar industri sawit untuk memperkenalkan produknya sebagai komponen penting yang dibutuhkan di industri sawit.
Pagarpun tak terkecuali. Pagar kawat memiliki fungsi sebagai penghalang dan pengaman yang dapat meningkatkan keamanan bangunan (lahan dan pabriksawit) dan bangunan yang dikelilinginya. Pagar dapat mencegah penyusup dan pelintas batas, serta mencegah anak - anak dan keluarnya hewan peliharaan.
Direktur Marketing PT. Kabatama Raya Stephanus Caesaria menjelaskan pihaknya sejak tahun ini mulai masuk dan memasarkan produk kawat duri Siduri kesektor indutsri sawit.
“Kami melihat sektor industri sawit menjadi market yang potensial untuk memasarkan produk (kawat duri Siduri). Dari sisi luasan kepemilikan lahan dan pabrik diperlukan pengamanan dan pembatas, salah satunya dengan komponen kawat berkualitas,” jelasnya, dalam perbincangan dengan salah satu tim dari Majalah Sawit Indonesia beberapa waktu lalu.
“Keamanan menjadi hal penting dalam menjalankan usaha, maka kawat sebagai pengaman dan pembatas menjadi bagian dari komponen keamanan pada pelaku usaha, tak terkecuali pelaku usaha di industri sawit baik di kebun maupun lahan,” imbuh Stephanus dalam penjelasannya.
Saat ini, PT. Kabatama Raya yang berdiri sejak 2014 lalu, memiliki produk kawat duri Siduri yang mulai dikenalkan di sektor industri sawit dengan kualitas yang dimiliki.
“Di awal berdiri (2014), kami hanya memiliki produk kawat galvanis biasa. Seiring berjalannya waktu, kami mulai mengembangkan jenis - jenis kawat, yang diantaranya untuk segment industri kabel, industri kontruksi, dan kawat general purpose lainnya, serta kawat Seng kandungan Aluminium 10% yang dikenal dengan KRZNAL 10%. Dengan kawat KRZNAL inilah, kami kembangkan kejenis produk kawat duri baja SIDURI.,” kata Stephanus.
Sebagai informasi. kawat duri baja Siduri, dilapisi dengan KRZNAL 10%, yang lapisan seng aluminium ini mampu mencegah karat hingga 20 tahun.
“Kualitas inilah yang kami berikan sebagai solusi untuk mendukung sektori ndustri sawit. Ada beberapa petani dan pengusaha sawit mengalami kendala saat menggunakan kawat sebagai komponen keamanan di perkebunan dan di pabrik. Saat menggunakan kawat biasa, 5 - 6 bulan sudah mengalami korosi yang lambat laun menyebabkan kawat putus. Maka, produk (Kawat duri Siduri dengan lapisan zinc aluminium 10%) menjadi solusi bagi petani dan pengusaha di industri sawit. Dengan kemampuan bertahan hingga 20 tahun,” ungkap Stephanus.
“Dengan ketahanan 20 tahun dari korosi yang dimiliki, maka seiring berjalannya waktu, diyakini bahwa para pelaku usaha yang menggunakan kawat Seng biasa, akan beralih menggunakan kawat sengaluminium, karena mampu bertahan lebih lama,” sambungnya.
Misalnya, pada 2005 lalu, ada produk kaso (baja ringan seng aluminium), awalnya orang (masyarakat) meragukan produk tersebut, apakah kayu kaso dapat digantikan fungsinya oleh baja ringan.Ternyata dengan berjalannya waktu, baja ringan mampu membuktikan untuk menggantikan fungsi kayu kaso pada bangunan atap rumah.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 155)














