• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Kabar Baik, Mendag Sampaikan Uni Eropa Mulai Melunak Berkaitan EUDR

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Kabar baik dibawa rombongan Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Brussel, Belgia pada Sabtu (12 Juli 2025). Salah satunya kebijakan kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang akan dilonggarkan sebagai upaya membangun kemitraan baik antara Uni Eropa dan Indonesia.

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan, Budi Santoso yang menjelaskan Uni Eropa mulai menunjukkan sikap melunak terhadap kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Kelonggaran ini ini seiring dengan semakin dekatnya penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA).

“Sebenarnya ketika proses IEU-CEPA mau selesai maka (kebijakan) seperti EUDR dan sebagainya mulai melunak,” ujar Budi dalam keterangan pers di Brussel, Belgia, Sabtu (12/7/2025) waktu setempat.

Budi menjelaskan bahwa isu seperti EUDR mulai menunjukkan tanda-tanda pelonggaran karena Uni Eropa memiliki keinginan kuat menjalin kemitraan jangka panjang dengan Indonesia.

Karena itulah, menurut dia, saat ini pemerintah memfokuskan upaya pada penyelesaian IEU-CEPA sebagai landasan utama untuk memperkuat hubungan dagang antara kedua pihak.

Berkaitan lamanya proses negosiasi yang memakan waktu lebih dari 10 tahun, Budi menegaskan bahwa hal itu merupakan dinamika wajar dalam perundingan internasional.

“Namanya negosiasi itu pasti ada proses tawar-menawar. Butuh waktu untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan,” jelasnya sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (13/7/2025).

Menurutnya seluruh isu substansial kini telah diselesaikan. “Tadi Pak Menko sudah menyampaikan bahwa semuanya sudah beres. Jadi besok tinggal diumumkan secara resmi oleh Presiden,” lanjutnya.

Selain itu, Budi juga menyoroti pentingnya kesepakatan ini dalam membuka akses ekspor Indonesia ke pasar Eropa. Ia membandingkan nilai impor Uni Eropa dengan Amerika Serikat sebagai gambaran besarnya peluang ekonomi.

Total impor Uni Eropa ke dunia mencapai 6,6 triliun dolar AS, dua kali lipat dari Amerika yang sekitar 3,3 triliun. Kalau kita bisa masuk lebih besar lewat EU CEPA, ini peluang besar bagi produk Indonesia.

Seiring tercapaianya kesepakatan IEU-CEPA, Indonesia akan memperoleh akses pasar yang lebih luas di Eropa sebagai upaya meningkatkan daya saing produk dalam negeri di tengah tantangan global, termasuk EUDR.

Artikel Terkait