Jakarta, SAWIT INDONESIA – Joko Supriyono, Dewan Pembina GAPKI, meluncurkan buku Masih Berjayakah Sawit Indonesia? Menghadapi Tuntutan Sustainability Global, di Jakarta, Rabu (4 September 2024) di Jakarta. Buku ini yang terdiri dari 8 Bab dan 340 halaman ini merupakan akumulasi pengalaman, kepedulian, dan keprihatinan penulis setelah selama lebih dari 20 tahun aktif berkecimpung dalam industri sawit nasional.
“Industri sawit di Indonesia sejatinya sudah berjaya sebagai produsen, konsumen, dan eksportir. Tetapi buku ini mengingatkan kita supaya jangan terlena. Apakah kejayaan sawit yang berperan besar terhadap perekonomian masyarakat dan bangsa Indonesia akan terus berlanjut di masa mendatang,” urai Joko dalam sambutannya.
Joko Supriyono menjelaskan dalam dua dekade terakhir tantangan terberat adalah isu negatif. Hampir semua aspek kehidupan dijadikan senjata untuk menyerang industri sawit antara lain kesehatan, lahan gambut, kebakaran lahan, masyarakat adat, dan persoalan lingkungan.
“Disinilah muncul pertanyaan, kenapa beragam isu negatif ini tidak dihadapi komoditas non sawit. Ada upaya-upaya menghambat perdagangan minyak sawit dan menimbulkan persepsi negatif terhadap produk sawit,” ujar Lulusan Universitas Gajah Mada Fakultas Pertanian ini.
Joko Supriyono menyerahkan Buku Kepada Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Qayuum AmriBuku ini dibedah secara langsung oleh 5 narasumber antara lain Dr. Musdhalifah Machmud (Staf Ahli Kemenko Perekonomian RI), Prof. Rachmat Pambudy (Guru Besar IPB University), Firman Subagyo, (Anggota DPR RI), Eddy Martono ( Ketua Umum GAPKI), dan Prof. Dr. Bustanul Arifin (Guru Besar Universitas Lampung) yang dimoderatori Dr. Purwadi (Ketua Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta/YKPY).
Dr. Musdhalifah Machmud mengapresiasi buku yang diterbitkan oleh Joko Supriyono sebagai upaya kontemplasi atas permasalahan yang terjadi di industri sawit. Selain itu, rekomendasi penyelesaian masalah dapat dijadikan pertimbangan pemerintah dan stakeholder sawit untuk melangkah di masa depan.
Hal sama disampaikan Prof. Rachmat Pambudy yang mengapresiasi buku ini sebagai bagian membangun pengelolaan sawit yang tepat dan membangun koneksi antara hulu hilir sawit.














