• Rabu, 4 November 2026
Berita Terbaru

Jaga Aset Perkebunan Negara, Agrinas Palma Nusantara dan BNPB Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap bersumber dari titik api kecil, BUMN pengelola perkebunan sawit negara, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), resmi memperkuat kesiapsiagaan operasional bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penguatan sinergi strategis tersebut dibahas dalam pertemuan langsung antara Direktur Utama Agrinas Palma, Mohammad Abdul Ghani, dengan Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi, di Markas BNPB, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Langkah kolaboratif ini menjadi fondasi penting bagi Agrinas Palma dalam mengemban mandat mengoptimalkan aset perkebunan kelapa sawit negara secara produktif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan guna mendukung program ketahanan pangan serta swasembada bioenergi nasional (B50 dan E20).

"Peningkatan produktivitas harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, keselamatan pekerja, dan penguatan pencegahan karhutla. Kami ingin memastikan tanggung jawab tersebut menjadi perhatian bersama di seluruh wilayah operasional perusahaan," tegas Mohammad Abdul Ghani.

Poin-poin utama 4 pilar kerja sama, pemanfaatan Command Centre BNPB, serta penguatan prinsip GCG perusahaan meliputi:

Empat Pilar Utama Sinergi Pencegahan Karhutla:

  • Pemantauan Kondisi Lahan: Monitoring intensif pada area-area rawan potensi titik api (hotspot).

  • Pertukaran Informasi Berkelanjutan: Integrasi data sistem pemantauan antara Agrinas Palma dan pusat kendali BNPB.

  • Kesiapan Personel & Sarana: Penguatan kapasitas tim pemadam di lapangan dan kesiapan alat pendukung.

  • Koordinasi Respons Cepat: Penanganan terukur sejak indikasi api awal ditemukan agar tidak meluas.

Integrasi Data dan Pemantauan Digital di Command Centre BNPB:

  • Rombongan manajemen Agrinas Palma meninjau langsung ruang command centre BNPB untuk memantau penggunaan teknologi data spasial real-time dalam mendukung pengambilan keputusan dan respons penanganan lapangan secara presisi.

  • Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi, menyambut baik langkah proaktif ini dan menekankan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan integrasi rapat antara BUMN, pemerintah, dan partisipasi aktif masyarakat sekitar kebun.

Penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan Perlindungan Ekosistem Bioenergi:

  • Manajemen Agrinas Palma menegaskan bahwa mitigasi risiko karhutla merupakan bagian tidak terpisahkan dari tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

  • Pengamanan lahan dari ancaman api menjadi prasyarat mutlak untuk menjamin keberlanjutan rantai pasok bahan baku industri hilir sawit dan bioetanol/biodiesel nasional, sekaligus melindungi keselamatan para pekerja di perkebunan.

Melalui sinergi bersama BNPB dan pemanfaatan sistem pelaporan dini, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) berkomitmen menghadirkan tata kelola perkebunan kelapa sawit negara yang aman, profesional, dan ramah lingkungan demi menyokong kemandirian energi Indonesia.

Sumber: agrinaspalma.co.id

Artikel Terkait