Jakarta, SAWIT INDONESIA – Upaya-upaya peningkatan produksi kelapa sawit para pekebun terus dilakukan pemerintah, salah satunya melalui pelatihan dalam rangka meningkatkan kemampuan mengelola perkebunan tanaman kelapa sawit. Dengan melibatkan lembaga pelatihan profesional (IPB Training) sebagai penyelenggara yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan.
Pelatihan petani sawit yang diadakan IPB Training kali ini, diikuti 54 orang dari Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Kegiatan pelatihan berlangsung selama 5 hari (Selasa - Sabtu/16 - 20 Juli 2024) yang diselenggarakan di salah satu hotel di Palu - Sulawesi Tengah.
Seperti diketahui, kegiatan pelatihan ini merupakan implementasi dari program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit dan Ditjen Perkebunan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani dalam hal benih, bahan tanam, lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
Koordinator Narasumber IPB Training sekaligus perwakilan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Ir. Hariyadi, MS, mengatakan pihaknya berharap para peserta dapat menambah pengetahuan baru dalam budidaya tanaman kelapa sawit.
"Harapannya, setelah selesai dari pelatihan ini, para petani sawit bisa naik kelas, makin cerdas, dan juga lebih berkualitas dalam mengelola perkebunan sawit," katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com, pada Jum’at (19 Juli 2024).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Rohani Mustara, M.Si menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama antara pemerintah daerah, sektor swasta dan akademisi dalam menyelenggarakan kegiatan yang diwujudkan dalam kegiatan pelatihan petani sawit.
"Kolaborasi ini, adalah cerminan dari komitmen kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani sawit dan meningkatkan produktivitas,” katanya.
Selanjutnya, Dr. Rohani mengatakan kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting dalam pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit di wilayah ini. Sebagai salah satu komoditas utama yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, budidaya kelapa sawit memerlukan pemahaman mendalam akan teknik-teknik terbaru dan praktik-praktik terbaik yang berkelanjutan.
“Dalam rangka menjaga peran perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, pelatihan ini diperlukan untuk pengembangan kelapa sawit secara terencana dan tepat sasaran serta menyediakan skala prioritas bagi pengembangan sumberdaya pekebun kelapa sawit,” tambahnya.
Apresiasi dari peserta
Apresiasi juga disampaikan perwakilan dari peserta pelatihan yang disampaikan oleh Munding Palega dan Budiarjo Laumoto. Pihaknya menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada BPDPKS, Ditjenbun dan IPB Training yang telah menyelenggarakan pelatihan.
“Semoga dengan adanya pelatihan ini, perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Tengah khususnya di Morowali Utara, akan lebh maju,” ucap Munding.
Hal senada disampaikan Budiarjo Laumoto. “Semoga dengan adanya pelatihan ini, sawit di Sulawesi Tengah khususnya Morowali Utara, akan lebih maju," kata Budiarjo.
“Kami berharap para petani yang mengikuti pelatihan ini dapat kembali ke daerah masing-masing dan memajukan potensi pertanian mereka. Semoga para petani yang mengikuti pelatihan ini kembali ke daerahnya kemudian memajukan potensi pertaniannya," tambah Budiarjo.
Untuk menambah pemahaman pada materi dan teori terkait dengan modul pelatihan ‘Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit’, pihak IPB Training mengajak para peserta untuk kunjungan ke kebun yang dikelola perusahaan, PT Unggul Widya Teknologi Lestari, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, pada Kamis (18 Juli 2024).
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis kepada pekebun sawit mengenal kegiatan budidaya kelapa sawit dan pembenihan kelapa sawit di industri sawit. Kegiatan kunjungan lapang ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk mendapatkan pengetahuan secara lebih luas dan spesifik lagi mengenai dunia industri PKS dan agar dapat bermanfaat bagi diri dan kemajuan sawit Indonesia,” ungkap Dr. Hariyadi.
Pada kegiatan kunjungan lapangan (red-kebun), para peserta didampingi tim trainer dan pihak Perusahaan. Untuk mengujungi kebun tanaman menghasilkan (TBM), diperlihatkan identifikasi morfologi tanaman, diperlihatkan beberapa dodos (alat panen) yang telah dimodifikasi pada bagian panjang dan berat alat, serta mengunjungi lokasi pengendalian HPT (Hama Penyakit Tanaman) dan dijelaskan mengenai cara pengendalian hama.
Peserta juga diajak pembibitan kelapa sawit, agar bisa memahami mengenai bibit bersertifikasi dan belum tersertifikasi. Dan, belajar mengenai jarak tanam untuk pembibitan serta teknik perkecambahan yang baik.














