Jakarta, SAWIT INDONESiA - Sejumlah 89 petani sawit dari Provinsi Aceh, dengan rincian 25 orang dari Kabupaten Aceh Barat dan 64 orang dari Kabupaten Nagan Raya, mengikuti pelatihan Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. Pelatihan ini diselenggarakan IPB Training (PT. Global Scholarship Services Indonesia), dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan - Kementerian Pertanian.
Diadakan selama lima hari, Senin - Jum'at (13 - 17 Mei 2024), di salah satu hotel di Banda Aceh. Dengan menghadirkan instruktur atau narasumber yang ahli dalam bidang teknis budidaya tanaman kelapa sawit.
Selain pemaparan materi, diskusi, dan simulasi di kelas, Peserta Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa sawit dalam Rangka Pelatihan Pengembangan SDM PKS Tahun 2024 di Provinsi Aceh melakukan kunjungan Lapangan di PT Agro Sinergi Nusantara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit.
Dr Ir Haryadi, sebagai tim narasumber IPB Training menyampaikan kegiatan ini (pelatihan petani sawit) diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk mendapatkan pengetahuan secara lebih luas dan spesifik perkebunan kelapa sawit. "Agar dapat bermanfaat bagi diri, dan kemajuan sawit Indonesia," ujar Hariyadi, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com, pada Selasa (21 Mei 2024).
Dijelaskan Dr Hariyadi, mengingat kelapa sawit kini menjadi produk andalan ekspor Indonesia ke luar negeri karena kontribusi devisanya mencapai Rp 600 triliun/tahun, melampaui kontribusi devisa minyak dan gas yang hanya Rp 200.000 miliar/tahun.
"Saat ini produsen kelapa sawit menjadi pahlawan perekonomian nasional yang telah menyelamatkan perekonomian indonesia dari resesi pada masa resesi tahun 1998 dan masa covid tahun 2019 - 2020," jelasnya.
Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemeliharaan tanaman kelapa sawit. Selanjutnya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menangani organisme pengganggu tanaman kelapa sawit.
"Kedua hal ini sangat penting untuk diketahui oleh para petani kelapa, guna menjaga areal tanaman kelapa sawit di tanah air tetap berkembang seiring dengan peningkatan produksi minyak sawit (CPO), memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor," imbuh Dr. Hariyadi
Kepala Dinas Perkebunan Kementerian Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir Fakhrurrazi dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Perkebunan Aceh MP Ir Cut Huzaimah menyampaikan bahwa pemerintah berkepentingan dengan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit agar pembangunan di tanah air terus meningkat.
"Tujuan pelatihan SDM adalah agar petani kelapa sawit di daerah benar-benar ahli dalam pemeliharaan kelapa sawitnya, sehingga output kelapa sawitnya meningkat dan petaninya sejahtera," ucapnya.
"Banyak petani sawit yang menjadi kaya raya, namun para petani sawit yang sudah kaya raya tidak mewariskan ilmu dan keterampilannya kepada anak cucunya. Ketika kebunnya sudah tua dan mati, pengelolaan perkebunan kelapa sawit mereka hilang," sambung Fakhrurrazi.
Hal senada, disampaikan Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir Mukhlis, mengatakan, kelemahan kita di daerah kelemahan kita di daerah adalah regenerasi usaha perkebunan belum terlaksana dengan baik oleh pemilik perkebunan kepada anaknya.
"Padahal, komoditi kelapa sawit sangat prospektif dan menjanjikan. Buktinya, negara bagian Amerika dan Eropa untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati di negaranya harus impor CPO dari Indonesia, Malaysia dan Thailand," katanya.






