Palembang, SAWIT INDONESIA – Untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam hal teknis panen dan pascapanen, sebanyak 119 petani sawit dan pengurus koperasi produsen sawit dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan mengikuti kegiatan pelatihan.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) yang dilaksanakan melalui kerja sama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) - Kementerian Pertanian, dengan pelaksana teknis dari IPB Training. Pelatihan ini dilaksanakan selama lima hari (Selasa—Sabtu, 10—14 Juni 2025), di salah satu hotel di Palembang, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis petani sawit rakyat agar lebih efisien dalam panen, mampu menjaga mutu tandan buah segar (TBS), dan memperbaiki manajemen pascapanen secara menyeluruh.
Direktur IPB Training, Muhammad Sigit Susanto, M.M., LCPC, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membangun kesadaran teknis petani dalam hal efisiensi panen dan pentingnya menjaga kualitas tandan.
"Peningkatan mutu panen harus dimulai dari kemampuan teknis yang baik di tingkat lapangan," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com.
Pelatihan dilaksanakan tim IPB Training dengan pendekatan partisipatif dan praktik langsung. Peserta dibagi menjadi empat kelas untuk memastikan efektivitas pembelajaran. Materi pelatihan mencakup: falsafah dan regulasi panen, kriteria kematangan buah dan dampaknya terhadap mutu, taksasi produksi dan estimasi hasil, sistem organisasi panen di tingkat kebun, teknik panen dan pascapanen yang benar, dan praktik langsung simulasi panen di lapangan.
Dengan menghadirkan instruktur pelatihan yang terdiri atas enam tenaga ahli dari IPB: Dr. Ir. Haryadi, M.S., Ir. Sri Harmawan, Ir. Sofyan Zaman, M.P., Dr. Ir. Supijatno, M.S., Dr. Cecep Ijang Wahyudin, S.P., M.Si., dan Abdul Rosid, Amd., S.E.
Pelatihan ditutup dengan sesi refleksi, penyusunan rencana aksi, dan penguatan komitmen peserta untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di kebun masing-masing, serta berbagi pengetahuan ke lingkungan komunitas tani. Dengan terus didorongnya pelatihan teknis seperti ini, pemerintah berharap terbangun ekosistem petani sawit rakyat yang kompeten, kolaboratif, dan mampu menjaga keberlanjutan sektor sawit dari hulu.
Kegiatan ini juga didukung oleh Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. Dukungan BPDP dalam program ini menjadi wujud konkret keberpihakan negara pada pemberdayaan petani.
"Pelatihan merupakan langkah strategis dalam menjawab kesenjangan produktivitas antara petani sawit rakyat dan korporasi," kata Dr. M. Apuk Ismane mewakili BPPSDMP, secara virtual.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Agus Darwa, M.Si., menambahkan pentingnya peningkatan kapasitas petani sebagai bagian dari transformasi perkebunan rakyat yang berkelanjutan.
"Dengan luas kebun sawit Sumsel mencapai 1,3 juta hektare, peningkatan keterampilan teknis di tingkat petani menjadi prioritas untuk mengangkat produktivitas dan kualitas hasil panen," katanya.
"Di tahun ini, hanya 2.500 petani sawit dari seluruh Sumsel yang dapat mengikuti program pelatihan. Oleh karena itu, peserta yang hadir diharapkan menjadi pelaku utama dalam menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada rekan petani di kelompoknya masing-masing. Tiga pendekatan utama yang menjadi arah kebijakan Dinas Perkebunan adalah resiliensi, akselerasi, dan edukasi," imbuh Ir. Agus.














