• Senin, 5 Oktober 2026
Berita Terbaru

IPB Training, BPDP dan Ditjenbun Bekali Kemahiran Teknis Budidaya Petani Sawit Aceh Melalui Pelatihan

Banda Aceh, SAWIT INDONESIA – Pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas petani kelapa sawit di Indonesia yang melibatkan berbagai pihak melalui kegiatan pelatihan. Di antarnya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian serta menggandeng IPB Training sebagai mitra penyelenggara pelatihan.

Salah satunya kegiatan pelatihan petani sawit dalam hal ‘Teknis Budidaya Kelapa Sawit’ Angkatan I, II, dan XIII Tahun 2025, yang diikuti peserta dari Provinsi Aceh.

Secara rinci, kegiatan pelatihan diikuti oleh 88 peserta (petani sawit) yang berasal dari dua kabupaten penghasil sawit utama di Provinsi Aceh, yaitu Aceh Tamiang (58 orang) dan Aceh Timur (30 orang). Pelatihan ini, diadakan selama lima hari (21 – 25 Juni 2025) di salah satu hotel ternama di Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Sebagai informasi, pelatihan petani sawit ini merupakan bagian dari program pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) yang dicanangkan pemerintah untuk menciptakan petani yang lebih profesional, adaptif, dan mampu mengelola kebunnya sesuai standar teknis dan keberlanjutan industri.

Selama lima hari, peserta dibekali berbagai materi yang mencakup aspek teknis budidaya seperti pemilihan benih unggul, persiapan dan pengelolaanlahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga strategi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Dr. Ir. Hariyadi, MS selaku tim pengajar IPB Training, mengatakan pentingnya pemahaman petani terhadap tujuh aspek utama dalam pengelolaan kebun sawit yang disebutnya sebagai “tujuh tas” yang harus di bawa pulang usai pelatihan.

“Ketujuh aspek tersebut adalah, pertama; Legalitas, yakni kepastian hukum atas lahan melalui dokumen resmi seperti Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), kedua; Produktivitas, sebagai indikator utama keberhasilan kebun sawit, ketiga; Kualitas, mencakup hasil panen yang memenuhi standar nasional dan internasional.Keempat; Kontinuitas, yaitu keberlangsungan produksi dalam jangka Panjang, kelima; Sustainabilitas, yaitu penerapan prinsip kelestarian lingkungan dan sosial. Keenam; Traceability, kemampuan menelusuri asal usul produk dari kebun hingga konsumen akhir. Dan, ketujuh; Profitabilitas, yaitu nilai ekonomi nyata bagi petani dan kontribusi terhadap perekonomian nasional,” jelasnya, saat menyampaikan sambutan.

“Kalau Bapak-Ibu sekalian mengelola kebun sawit dengan baik, bukan hanya satu tas yang bisa dibawa pulang, tapi tujuh. Dengan memenuhi tujuh aspek tadi, sawit harus bisa memberikan keuntungan, mengingat saat ini sawit menjadi komoditas penyumbang devisa terbesar nasional mencapai lebih dari Rp600 triliun per tahun, jauh melampaui sektor minyak dan gas,” imbuh Dr. Hariyadi.

Praktik di Lapangan

Salah satu keunggulan dari pelatihan ini adalah integrasi antara teori dan praktik lapangan. Pada hari keempat pelatihan, para peserta melakukan kunjungan lapang ke PT Agro Sinergi Nusantara, salah satu perusahaan perkebunan sawit yang menerapkan praktik budidaya sesuai standar industri. Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran nyata tentang implementasi teknik budidaya sawit yang efisien, produktif, dan berkelanjutan. Dalam kunjungan tersebut, peserta dibagi kedalam tiga lokasi utama: area pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM), dan tanaman menghasilkan (TM).

Pada kesempatan itu, peserta mempelajari secara langsung berbagai aspek teknis mulai dari pemilihan dan penanganan bibit, teknik pemeliharaan, hingga praktik pemanenan yang efektif. Antusias mepeserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi kunjungan. Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung mampu memperkuat pemahaman materi dan meningkatkan kesiapan petani untuk menerapkannya di kebun masing-masing.

Langkah strategis untuk tingkatkan SDM sawit

Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dan pemangku kepentingan industri dalam mendorong transformasi sektor kelapa sawit rakyat. Melalui program pengembangan SDM yang terstruktur, diharapkan petani sawit dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing kebunnya, sekaligus menjaga prinsip keberlanjutan.

IPB Training sebagai mitra pelaksana terus berkomitmen untuk menghadirkan pelatihan berbasis kebutuhan lapangan yang relevan dan aplikatif. Dalam penutupan sesi, Hariyadi berharap seluruh peserta dapat mengikuti materi dengan fokus dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara konsisten.

“Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membentuk petani sawit yang lebih tangguh, profesional, dan memiliki visi jangka panjang terhadap kebunnya,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Mukhlis, SP, MA selaku Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh. Turut hadir memberikan sambutan Dr. M. Apuk Ismane mewakili Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, dan hadir pula tim dari Dinas Pertanian Aceh Timur dan Aceh Tamiang, serta para narasumber dari IPB Training seperti Dr. Budi Nugroho, Ir. Sri Hermawan, dan Ir. Fajar Wahyudi, MBA.

Artikel Terkait