Sajian Utama
Intraco Penta Perkuat Market Share LiuGong
Intraco Penta Group akan fokus melakukan penetrasi pasar melalui berbagai program marketing , inventory management, dan after sales service.
Iklim kompetitif di bisnis alat berat semakin ketat dengan munculnya beragam merek produk alat berat yang ada di Indonesia baik produk Eropa, Amerika hingga Cina. Untuk itu, sebagai produsen hingga distributor (dealer) alat berat harus menyiapkan strategi agar dapat bersaing masuk dan menguasai pangsa pasar.
Seperti diketahui, Indonesia menjadi pangsa yang cukup besar bagi produsen alat berat sejalan dengan program pembangunan infrastruktur yang tengah dijalankan pemerintah. Tak terkecuali pembangunan perkebunan kelapa sawit yang bertujuan untuk menata dan meningkatkan produktivitas. Kondisi ini menjadi ceruk bisnis yang menjanjikan bagi pelaku bisnis alat berat untuk menawarkan produknya.
Sebagai contoh, pada industri hulu kelapa sawit, selain memerlukan sumber daya manusia dukungan alat berat juga dibutuhkan. Pasalnya, untuk membangun dan merawat perkebunan kelapa sawit dengan luasan hektar memerlukan alat berat sebagai pendukung operasional. Selain itu, alat berat juga digunakan untuk mendukung operasional di pabrik kelapa sawit agar lebih efektif dan efisien.
Atas dasar kenyataan itu, sebagai distributor alat berat produk Cina yaitu LiuGong, Intraco Penta Group menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan penjualan di berbagai sektor bisnis, tak terkecuali di industri sawit, infrastructure, dan forestry.
Corporate Secretary, Intraco Penta Group, AstriDuhita Sari menjelaskan pihaknya memiliki strategi dalam meningkatkan penjualan LiuGong. “Kami fokus terhadap demand alat berat di sektor yang sedang tumbuh antara lain Mining, Construction and Plantation. Juga peningkatan coverage dan penguatan sales forces dan After Sales Service dicabang-cabang di seluruh Indonesia,” jelas Astri, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Majalah Sawit Indonesia.
Tidak hanya itu, lanjut Astri menambahkan, strategi lainnya yaitu pada layanan purnajual yang diperuntukkan untuk konsumen LiuGong. “Kami menjamin ketersediaan parts, mekanik dan leadtime menjadi hal terpenting dalam After Sales Service. Sehingga perusahaan sangat fokus dalam parts inventory management, quality dan quantity dari mekanik,” lanjutnya.
Terkait dengan layanan purnajual atau after sales service, Intraco Penta melalui anak usahanya yaitu Intraco Penta Prima Servis (IPPS) yang secara resmi sejak 2020 lalu menjadi dealer alat berat produk premium asal Cina, LiuGong. Kini, melayani penjualan alat berat untuk area Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan.
Sebagai dealer yang responsif, IPPS memiliki jaringan layanan purnajual yang luas, mampu memastikan ketersediaan suku cadang, dan lead time pengiriman barang yang tepat waktu, serta layanan perawatan alat berat yang didukung oleh tenaga profesional. Seiring dengan perkembangan pasar, IPPS juga memberikan solusi Commercial Exchange, pada setiap kebutuhan komponen alat berat untuk pelanggan.Sebagai tambahan informasi, IPPS saat ini juga mengageni atau menjadi pemegang tunggal produk Dressta, dan distributor suku cabang produk Blumaq.
Untuk memenangkan pasar alat berat, selain ketersediaan parts, layanan purnajual sebagai pendukung, namun yang tidakkalah penting yaitu kualitas dari produk dengan keistimewaan dan keunggulannya. Dengan meyakini berbagai keunggulan produk premium asal Negeri Tirai Bambu yaitu LiuGong, Intraco Penta Group mudah dan dapat diterima pasar karena kebutuhan alat berat semakin meningkat sejalan dengan program pembangunan dan berkembangnya sektor industri sawit (perkebunan dan pabrik kelapa sawit).
“Berbicara soal keunggulan unit (produk) LiuGong, dan dapat diterima pasar karena LiuGongdari sisi harga sangat kompetitif disegmennya dan secara fitur lebih advance dibandingkan produk dikelasnya,” terang Astri masih dalam keterangan tertulis.
Seperti diketahui, IPPS anak usaha PT Intraco PentaTbk yang mengageni produk premium LiuGong, bukan satu-satunya distributor di Indonesia. Melainkan ada beberapa perusahaan yang menjadi distributor dengan segmen atau tujuan pasar yang sama yaitu mining, construction, infrastructure, forestry and plantation, namun yang membedakan basic konsumen.
Sehingga persaingan yang ketat antar dealer akan terjadi. Menanggapi soal persaingan antar dealer produk LiuGong, Astri menegaskan pihak Liugong selaku principle telah mengatur skema kompetisi antar dealer. ”Upaya ini dilakukan agar tercipta kompetisi yang sehat,” tegasnya.
Berbekal pengalaman bisnis di alat berat, Intraco Penta Group sudah sangat memahami kebutuhan alat berat yang diperlukan konsumen yang berbisnis di sektor pertambangan, konstruksi, infastruktur, kehutanan dan perkebunan di Indonesia. Pengalaman ini akan memudahkan pihaknya dalam menawarkan produk LiuGong yang beberapa tahun terakhir sudah diminati konsumen, bahkan di tahun 2021 penjualan produk LiuGong mencapai 1.000 unit lebih.
“Untuk unit Liugong yang menjadi favorit pembeli (konsumen), berdasarkan history transaksi perusahaan, model favorit atas produk Liugong antara lain Excavator 20 ton (920E), Excavator 6 ton (906E), Excavator 30 ton (933E), selain itu, Wheel Loader (835H – Wheel loader 1,9 m3 bucket), Motor Grader (tipe 4041D/4140D-S),” terang Astri.
Jika melihat perkembangan bisnis pada industri sawit, saat ini tengah mengalami pertumbuhan, bahkan beberapa tahun terakhir kontribusi sektor sawit cukup signifikan pada devisa negara mampu mengalahkan sektor minyak dan gas. Terutama di masa pendemi Covid-19, sektor sawit tetap tumbuh dibanding sektor-sektor lain terdampak.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit indonesia, Edisi 123)














