• Kamis, 24 September 2026
Berita Terbaru

INSTIPER Tampilkan Inovasi Pendidikan Berbasis Teknologi untuk Cetak SDM Unggul Industri Sawit di SIEXPO 2026

Pekanbaru, SAWIT INDONESIA – Transformasi industri kelapa sawit yang semakin mengarah pada digitalisasi dan penerapan teknologi cerdas menuntut hadirnya sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan kompeten. Menjawab tantangan tersebut, Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta kembali ambil bagian dalam Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2026 di Pekanbaru dengan membawa berbagai inovasi pendidikan, riset, dan teknologi yang dirancang untuk mencetak SDM unggul bagi industri sawit nasional.

Keikutsertaan INSTIPER pada pameran ini menjadi bukti komitmen perguruan tinggi yang selama puluhan tahun fokus di bidang pertanian dan perkebunan dalam mendukung kemajuan industri sawit melalui pengembangan SDM yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama INSTIPER Yogyakarta, Fariha Wilisiani, S.Si., M.Biotech., Ph.D., mengatakan partisipasi di SIEXPO 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan transformasi pendidikan yang telah dilakukan INSTIPER sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor perkebunan.

"Sebagai lembaga pendidikan yang fokus pada bidang pertanian dan perkebunan, khususnya kelapa sawit, INSTIPER terus berkembang selaras dengan kebutuhan dunia industri. Kehadiran kami di SIEXPO 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung kemajuan industri kelapa sawit melalui pengembangan SDM yang berkualitas," ujarnya.

Pada SIEXPO 2026, INSTIPER akan memperkenalkan berbagai program pendidikan mulai dari jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga program non-gelar (course) yang dirancang sesuai kebutuhan industri. Melalui pameran ini, masyarakat juga dapat memperoleh informasi mengenai berbagai peluang pengembangan kompetensi di bidang perkebunan.

Tak hanya itu, INSTIPER turut menampilkan transformasi sistem pembelajaran berbasis smart technology learning system yang mengintegrasikan proses intrakurikuler dan kokurikuler melalui INSTIPER Academy. Pendekatan tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi praktis, fleksibilitas, serta kesiapan memasuki dunia kerja.

Pengunjung booth INSTIPER juga dapat melihat berbagai hasil riset, inovasi teknologi, serta pemanfaatan digitalisasi yang dikembangkan kampus tersebut untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri perkebunan.

Menurut Fariha, SIEXPO bukan sekadar ajang pameran, tetapi menjadi ruang strategis yang mempertemukan dunia pendidikan, industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun sinergi dalam pengembangan sektor sawit Indonesia.

"Forum seperti SIEXPO membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk membangun jejaring, berbagi pengalaman, sekaligus menjalin kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri," katanya.

INSTIPER juga memanfaatkan momentum SIEXPO untuk mempererat hubungan dengan alumni serta menjangkau calon mahasiswa, khususnya di Provinsi Riau yang selama ini menjadi salah satu daerah penyumbang alumni dan mahasiswa INSTIPER terbesar di Indonesia.

"SIEXPO juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan dengan keluarga besar alumni serta calon mahasiswa. Riau merupakan salah satu daerah dengan jumlah alumni dan pendaftar mahasiswa INSTIPER yang sangat besar, sehingga kegiatan ini memiliki arti strategis bagi kami," jelasnya.

Lebih lanjut, Fariha mengajak generasi muda Riau agar tidak hanya melihat sektor perkebunan sebagai ladang pekerjaan, tetapi juga sebagai bidang profesi yang membutuhkan keahlian tinggi di era digital.

"Riau memiliki potensi yang sangat besar di bidang perkebunan. Generasi muda perlu mengambil peran melalui peningkatan kompetensi, pendidikan, dan penguasaan keterampilan yang sejalan dengan perkembangan teknologi serta digitalisasi di industri perkebunan agar mampu menjadi pelaku utama perkebunan berkelanjutan," tuturnya.

Ia menambahkan, prospek karier lulusan bidang kelapa sawit masih sangat terbuka. Karena itu, INSTIPER membekali mahasiswa dengan kompetensi yang mencakup seluruh rantai industri, mulai dari teknologi budidaya, teknologi pengolahan, pengembangan produk hilir, digitalisasi, hingga penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan perkebunan modern.

Selain kompetensi teknis, mahasiswa juga memperoleh sertifikat kompetensi sebagai pendamping ijazah serta pembinaan karakter agar mampu beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja.

"Lulusan INSTIPER dipersiapkan agar memiliki kompetensi, keterampilan, dan karakter yang kuat sehingga mampu bekerja secara profesional, mudah beradaptasi, serta siap menghadapi tantangan industri. Karena itu, tingkat serapan lulusan kami di dunia perkebunan sangat tinggi," pungkas Fariha yang karib disapa Fafa.

Artikel Terkait