Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Komitmen Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) Yogyakarta dalam mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja kembali dibuktikan melalui pelepasan 671 mahasiswa magang tahun 2026. Ratusan mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke 79 perusahaan mitra yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia sebagai implementasi nyata konsep link and match antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Prosesi pelepasan digelar di Lapangan GRHA INSTIPER, Kamis (30/7/2026), sekaligus menjadi penanda dimulainya salah satu program pembelajaran berbasis industri terbesar yang diselenggarakan kampus tersebut. Selama 4–6 bulan ke depan, para mahasiswa akan belajar langsung di perusahaan untuk memperkuat kompetensi teknis, pengalaman profesional, hingga kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja.
Program magang tahun ini terdiri atas dua skema. Sebanyak 231 mahasiswa mengikuti Magang Berseleksi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) setelah lolos seleksi kompetitif pada Februari–Maret 2026. Sementara itu, 440 mahasiswa lainnya mengikuti Magang Reguler melalui jalur mandiri maupun fasilitasi kampus.
Ketua Panitia Magang, Dr. Maria Ulfah, STP., MP., mengungkapkan bahwa sektor kelapa sawit masih menjadi tujuan utama mahasiswa. Dari total peserta, sebanyak 572 mahasiswa atau 85,25 persen akan menjalani magang di 52 perusahaan sawit nasional, termasuk Sinarmas, Astra Agro Lestari, Karyamas, dan sejumlah perusahaan terkemuka lainnya.
Selain industri sawit, mahasiswa juga ditempatkan di 14 perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan non-sawit seperti tebu, karet, teh, kopi, kakao, hortikultura, dan pangan, serta 13 perusahaan kehutanan.
"Mahasiswa magang tahun 2026 akan ditempatkan di 79 perusahaan mitra INSTIPER. Dominasi sektor kelapa sawit menunjukkan tingginya kepercayaan industri terhadap lulusan INSTIPER sekaligus memperkuat posisi INSTIPER sebagai The Best Palm Oil University," ujar Maria Ulfah.
Sebaran lokasi magang mencakup 18 provinsi di Indonesia. Kalimantan Tengah menjadi daerah tujuan terbesar dengan 165 mahasiswa, disusul Sumatera Utara sebanyak 117 mahasiswa dan Kalimantan Barat sebanyak 105 mahasiswa.
Tak hanya belajar di perusahaan, mahasiswa juga diwajibkan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di sekitar lokasi magang. Program tersebut menjadi media transfer pengetahuan dan teknologi yang diperoleh selama perkuliahan agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Rektor INSTIPER, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., menegaskan bahwa magang merupakan tahapan penting dalam membentuk lulusan yang adaptif dan siap bersaing di dunia kerja.
"Magang di INSTIPER bukan hanya tentang belajar di perusahaan. Mahasiswa harus bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan ini untuk memahami dunia kerja secara langsung sehingga pengetahuan dan kompetensinya semakin meningkat. Tunjukkan kinerja terbaik dan selalu jaga nama baik INSTIPER di mana pun kalian berada," pesannya.
Prosesi pelepasan ditandai dengan pemasangan atribut magang berupa seragam dan kartu identitas secara simbolis oleh Rektor INSTIPER bersama Ketua Panitia Magang, Dekan Fakultas Pertanian, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, dan Dekan Fakultas Kehutanan.
Secara umum, mahasiswa akan mulai diberangkatkan ke lokasi magang pada 4 Agustus 2026. Namun, beberapa perusahaan telah memulai penempatan lebih awal, di antaranya Wilmar Group dan PT Muria Sumba Manis pada 1 Juli 2026, serta PT Astra Agro Lestari dan PT Sinarmas Tbk pada 1 Agustus 2026. Mahasiswa penerima beasiswa dari PT Riau Andalan Pulp and Paper dan Asian Agri juga telah lebih dahulu berangkat mengikuti ketentuan masing-masing perusahaan.
Maria Ulfah menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan mitra dan sivitas akademika yang telah mendukung pelaksanaan program magang.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan mitra yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa INSTIPER untuk belajar langsung di dunia industri. Sinergi yang terjalin antara kampus dan mitra industri menjadi modal penting dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan," tutupnya.
Melalui kemitraan dengan puluhan perusahaan di berbagai wilayah Indonesia, INSTIPER terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri guna mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman kerja, karakter profesional, dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.Versi ini lebih menonjolkan nilai berita dengan membuka pada skala program (671 mahasiswa, 79 perusahaan, 18 provinsi), memperkuat angle link and match, serta membuat alur berita lebih mengalir layaknya berita media profesional.














