• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Inovasi Produk Turunan Sawit Pondok Pesantren Al Amin Diapreasiasi di Ajang SIEXPO Award 2025

Jakarta, SAWIT INDONESIA –Pondok pesantren Al Amin yang berlokasi di Dumai, Provinsi Riau, atas dedikasinya mendorong para santri berinovasi menciptakan dan mengembangkan produk-produk turunan sawit mendapat penghargaan, pada ajang SIEXPO Award 2025. Hal ini menjadi pengakuan pesantren telah berkontribusi dalam pengembangan hilirisasi di sektor sawit.

Pada ajang SIEXPO Award 2025 satu rangkaian dari Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO), Pondok Pesantren menjadi salah satu lembaga yang menerima penghargaan SIEXPO Award kategori Inovasi Santripreneur Produk Turunan Sawit. Penghargaan diterima langsung oleh KH. W. Zainal Abidin, Pemimpin Pondok Pesantren Al Amin – Dumai, pada Kamis (7 Agustus 2025), di Pekanbaru, Riau.

“Terima kasih atas penghargaan (SIEXPO Award) kategori Inovasi Santripreneur Produk Turunan Sawit yang diberikan kepada Pondok Pesantren Al Amin. Ini menjadi bukti pengakuan dari kegiatan yang selama ini dilakukan para santri yang ada di pondok pesantren Al Amin – Dumai, dalam menciptakan dan mengembangkan produk-produk turunan sawit,” ujar KH. W. Zainal Abidin.

“Upaya yang selama ini kami lakukan dalam memaksimalkan potensi lokal (sawit) yang ada di Indonesia dan terkhusus di Riau, mendapatkan pengakuan (penghargaan). Perolehan penghargaan (SIEXPO Award) menjadikan daya dorong yang kuat untuk terus memperluas dari kebaikan sawit, dari sisi hilisasi sawit, tidak masyarakat pesantren melainkan masyarakat di sekitar pesantren,” tambahnya.

Seperti diketahui, Pondok Pesantren Al Amin memiliki komitmen besar dalam memajukan potensi kearifan lokal sumber daya alam untuk memperkuat ekonomi pesantren berbasis syariah. Selain itu, memiliki tujuan memperkuat ekonomi dengan jaringan pesantren.

Selama ini, pondok pesantren melalui kelembagaan koperasinya (koperasi pondok pesantren/kopotren), telah memiliki beragam produk yang dikembangkan dari produk turunan sawit, berupa makanan dan non makanan. Bahkan,dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP)dapat mengikuti kegiatan pameran di Belanda, pada 2024 lalu, untuk mempromosikan produk turunan dan kerajinan sawit seperti lidi sawit, makanan, batik sawit, aneka sabun dan kosmetik, tas, dan kerajinan tangan lainnya dari limbah sawit.

“Kami juga ada pesanan tas dari Lidi Sawit dari PCNU di Belanda, yang peruntukkannya untuk souvenir acara di Belanda pada akhir Oktober mendatang. Ini dapat meningkatkan nilai kearifan lokal dari sawit,” ucapnya.

Artikel Terkait