• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Ini Deretan Pemenang Lomba Kreativitas & Inovasi Produk Kelapa Sawit 2025

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Lomba Kreativitas & Inovasi Produk Kelapa Sawit 2025 memunculkan banyak kreativitas dan inovasi penggunaan kelapa sawit menjadi produk inovatif dan bernilai tambah. Kegiatan yang menjadi rangkaian dari Jogja Palm Connect ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Lomba yang berlangsung sejak 25 Juli hingga 20 Agustus 2025 ini diikuti peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, UMKM, hingga masyarakat umum. Para peserta ditantang untuk membuat karya kreatif berbasis turunan sawit dalam empat bidang utama yaitu kerajinan, batik, pangan, dan chemical/oleo chemical.

Proses seleksi dilakukan melalui tahapan seleksi video dan akhirnya dewan juri menetapkan para pemenang terbaik.

Untuk kategori batik sawit peserta ditantang menghadirkan karya batik menggunakan bahan turunan sawit. Juara pertama diraih oleh Sunarti dari UMKM Pangupujiwo. Karya Sunarti menonjol karena keberhasilannya memanfaatkan malam batik berbahan dasar sawit yang ramah lingkungan.

Juara kedua jatuh kepada Siti Nur Baeiti dari UMKM JNE Craft, yang berhasil mengombinasikan motif tradisional dengan inovasi bahan berbasis sawit.

Juara ketiga diraih oleh Dian Hasanah dari Batik Turi, yang juga mengolah malam batik berbahan sawit menjadi produk unik dengan sentuhan kontemporer.

Sunarti, sang juara pertama, mengapresiasi lomba ini karena baginya batik bukan sekadar kain, tapi warisan budaya yang harus terus dijaga. Dengan bahan sawit, kami mencoba menghadirkan inovasi yang ramah lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru. Saya berharap langkah kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi perajin batik lainnya.”

Kategori pangan menjadi salah satu yang paling menarik perhatian karena peserta mampu mengubah bahan sawit menjadi sajian kuliner yang menggugah selera.

Juara pertama dimenangkan oleh Tante Kitchen dengan olahan Rendang Sawit. Menggunakan minyak sawit dan krimer sawit, hidangan ini membuktikan bahwa bahan turunan sawit dapat menghadirkan rasa autentik khas Nusantara tanpa mengurangi kelezatan.

Juara kedua juga diraih oleh Tante Kitchen dengan inovasi Olahan Ayam Butter Sawit, yang memberikan cita rasa baru dengan penggunaan butter berbahan dasar sawit.

Juara ketiga jatuh kepada Rafelino Sutan Aghe, yang sukses menghadirkan Stik Ikan Tenggiri menggunakan minyak sawit.

Di kategori Oleo Chemical menampilkan kreativitas peserta dalam mengolah sawit menjadi produk sehari-hari yang bermanfaat, mulai dari kosmetik hingga kebutuhan rumah tangga.

Juara pertama diraih oleh Ruben Damanik dengan inovasi Sunscreen dari Limbah Sawit. Karya ini dinilai juri sangat futuristik, karena mampu mengolah limbah menjadi produk bernilai tinggi sekaligus ramah lingkungan.

Juara kedua diraih oleh Indra Suryanto dengan produk Sabun Sawit, yang dinilai memiliki potensi komersial besar dengan harga terjangkau.

Juara ketiga jatuh kepada Juno Fashion Store, yang berhasil mengolah minyak sawit menjadi Lilin Aromaterapi. Produk ini memadukan fungsi estetika sekaligus relaksasi.

Lomba ini menjadi momentum penting untuk mengubah paradigma masyarakat tentang kelapa sawit. Melalui lomba ini, terbukti bahwa sawit bukan hanya minyak goreng. Dari batik, makanan, hingga kosmetik, semuanya bisa lahir dari inovasi masyarakat. Ajang ini ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang di Jogja Palm Connect 2025.

Artikel Terkait