SAWIT INDONESIA - PT Inertia Energi Nusantara membawa inovasi pengolahan limbah sawit berbasis teknologi Biomass Asher ke SIEXPO 2026. Melalui teknologi tersebut, perusahaan menawarkan solusi yang tidak hanya membantu pabrik kelapa sawit (PKS) mengelola limbah secara berkelanjutan, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya operasional melalui pemanfaatan kembali limbah menjadi pupuk organik bernilai tinggi.
Direktur Utama PT Inertia Energi Nusantara, Ooi Puoh Boon, mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam SIEXPO 2026 didorong oleh komitmen mendukung transformasi industri sawit menuju operasional yang lebih hijau dan berkelanjutan.
"SIEXPO merupakan wadah strategis yang mempertemukan para pelaku utama industri sawit. Kami memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan Biomass Asher sebagai solusi nyata dalam mengatasi limbah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi pabrik kelapa sawit," ujarnya.
PT Inertia Energi Nusantara merupakan perusahaan rekayasa teknik yang bergerak di bidang penyediaan solusi ketenagakerjaan, suku cadang, serta optimalisasi sistem boiler bagi industri kelapa sawit di Indonesia. Salah satu inovasi unggulannya adalah Biomass Asher, teknologi yang mengolah limbah jangkos kosong sawit menjadi abu organik dengan kandungan kalium (potash) hingga 36 persen.
Menurut Ooi, teknologi tersebut mampu mengubah limbah yang selama ini menjadi persoalan di area pabrik menjadi produk bernilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk di perkebunan sawit.
"Abu hasil pengolahan memiliki kandungan kalium tinggi sehingga dapat menjadi substitusi pupuk kimia seperti MOP atau KCl. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi biaya pemupukan sekaligus menerapkan konsep circular economy dan zero waste," katanya.
Selain memberikan nilai tambah ekonomi, penggunaan Biomass Asher juga dinilai sejalan dengan meningkatnya tuntutan industri terhadap praktik bisnis yang ramah lingkungan. Teknologi ini membantu pabrik mengurangi penumpukan limbah jangkos secara lebih cepat, higienis, dan berkelanjutan.
Ooi mengungkapkan, hingga pertengahan 2026 permintaan terhadap teknologi Biomass Asher terus menunjukkan tren positif. Meningkatnya harga pupuk kimia membuat banyak perusahaan perkebunan mulai mencari alternatif yang lebih efisien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
"Pelaku industri melihat teknologi ini sebagai solusi untuk menekan biaya operasional sekaligus mengoptimalkan pengelolaan limbah yang dihasilkan pabrik," jelasnya.
Melalui SIEXPO 2026, perusahaan tidak hanya membidik penjualan unit Biomass Asher, tetapi juga memperluas edukasi pasar serta menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit di berbagai wilayah Indonesia.
"Kami berharap dapat memperkuat market awareness, memperoleh letter of intent untuk pemesanan unit, sekaligus membangun kolaborasi jangka panjang dengan grup-grup perkebunan besar yang hadir di pameran," ujar Ooi.
Untuk memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal, PT Inertia Energi Nusantara juga memperkuat layanan purna jual. Perusahaan menyediakan teknisi lapangan untuk inspeksi, perawatan, hingga perbaikan sistem boiler, menjamin ketersediaan suku cadang, serta memberikan pelatihan teknis kepada operator pabrik agar mampu mengoperasikan dan merawat Biomass Asher secara mandiri.














