• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Industri Sawit Beralih ke Traktor Efisien, Deutz-Fahr Jadi Andalan

PT Maxi Utama Energy menghadirkan traktor Deutz-Fahr dengan teknologi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga kualitas lahan perkebunan.

General Sales & Marketing Manager PT Maxi Utama Energy, Soedjatmono, mengatakan salah satu keunggulan utama traktor Deutz-Fahr terletak pada sistem bahan bakar yang menggunakan fuel injection pump pada setiap piston.

Menurutnya, sistem ini membuat mesin tetap dapat beroperasi meski terjadi gangguan pada salah satu jalur injeksi.

“Setiap piston memiliki satu injektor, sehingga ketika terjadi kendala, mesin masih bisa bekerja. Ini berbeda dengan sistem konvensional yang bergantung pada satu pompa utama,” ujarnya, Senin (6 April 2026).

Ia menambahkan, sistem tersebut juga lebih toleran terhadap kualitas bahan bakar, termasuk penggunaan biosolar yang umum digunakan di sektor perkebunan.

Ban Radial Minimalkan Kerusakan Tanah

Selain sistem mesin, Deutz-Fahr juga mengadopsi penggunaan ban radial yang dinilai lebih ramah terhadap struktur tanah dibandingkan ban bias konvensional.

Soedjatmono menjelaskan, ban radial memiliki distribusi beban yang lebih merata sehingga tekanan terhadap permukaan tanah menjadi lebih kecil. Hal ini penting untuk menjaga kesuburan lahan dan kesehatan akar tanaman.

“Dengan tekanan yang lebih rendah, tanah tidak mudah padat. Ini penting untuk menjaga produktivitas kebun,” katanya.

Ban radial juga memiliki hambatan gulir yang lebih rendah, sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien. Selain itu, dinding samping yang lebih fleksibel membantu meredam getaran, sehingga meningkatkan kenyamanan operator saat bekerja di medan berat.

Sistem Mekanis dan Dukungan Biosolar

Traktor Deutz-Fahr yang dipasarkan PT Maxi Utama Energy memiliki rentang tenaga 45 hingga 100 horsepower (HP) dan diproduksi di India. Sistem pembakaran yang digunakan masih bersifat mekanis dan belum menggunakan teknologi common rail.

Menurut Soedjatmono, sistem mekanis ini justru menjadi keunggulan karena lebih sederhana dan kompatibel dengan bahan bakar biosolar.

“Dengan sistem mekanis, perawatan lebih mudah dan tetap bisa menggunakan biosolar tanpa kendala berarti,” ujarnya.

Ragam Produk Berdasarkan Kapasitas

Produk Deutz-Fahr yang dipasarkan diklasifikasikan berdasarkan kapasitas angkut belakang (rear lifting capacity), yang menentukan kemampuan traktor dalam mengangkat implement.

Untuk kategori ringan hingga menengah, tersedia seri Agrolux 80/95 dengan kapasitas angkut sekitar 3.000 kilogram, serta seri 5G yang memiliki kapasitas hingga lebih dari 5.400 kilogram.

Sementara itu, kategori heavy duty mencakup seri Agrofarm G dengan kapasitas hingga 5.300 kilogram, serta Agrotrac 150 dan 170 yang mampu mengangkat beban lebih dari 6.000 kilogram.

Untuk kebutuhan skala besar, tersedia seri 7 dan 8 TTV dengan kapasitas angkut hingga 10 ton, serta seri 9 TTV yang mampu mengangkat hingga 12 ton.

Layanan Purna Jual dan Distribusi

Dari sisi layanan purna jual, PT Maxi Utama Energy menyediakan jaringan servis di sejumlah wilayah, antara lain Marunda, Surabaya, Lampung, Pekanbaru, Medan, serta wilayah Kalimantan seperti Sampit, Samarinda, dan Pontianak. Layanan juga tersedia di Merauke.

Perusahaan juga memastikan ketersediaan suku cadang, khususnya untuk komponen fast moving di Jakarta. Sementara itu, pengadaan suku cadang kategori slow moving membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat pekan.

Untuk wilayah yang belum memiliki service point, seperti Sulawesi, perusahaan menawarkan skema kontrak layanan servis dan penyediaan suku cadang.

Garansi dan Pelatihan Pengguna

PT Maxi Utama Energy memberikan garansi selama satu tahun atau 1.500 jam kerja. Selama masa tersebut, pengguna mendapatkan dua kali kunjungan servis, yakni pada 250 jam dan 750 jam kerja.

Garansi mencakup kerusakan akibat faktor produksi, namun tidak termasuk komponen seperti karet, sistem kelistrikan, dan bagian yang mengalami keausan.

Selain itu, perusahaan juga memberikan pelatihan kepada pengguna saat serah terima unit, baik terkait operasional maupun perawatan.

“Pengguna harus memahami jadwal penggantian filter dan batas kapasitas kerja alat. Dengan perawatan yang tepat, umur pakai unit bisa lebih panjang,” kata Soedjatmono.Ia menambahkan, edukasi kepada pengguna menjadi bagian penting dalam memastikan optimalisasi penggunaan alat di lapangan.

Artikel Terkait