• Sabtu, 3 Oktober 2026
Berita Terbaru

Dosen AKPY-STIPER Kenalkan Protein Bar Berbasis Red Palm Oil

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA — Workshop Gen Z Preneur UMKM Sawit bertema “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” menjadi ajang bagi dosen AKPY-STIPER untuk memperkenalkan inovasi pangan fungsional berbasis sawit. Inovasi tersebut diwujudkan melalui praktik pembuatan protein bar yang mengandung beta-karoten dari Red Palm Oil (RPO).

Dosen AKPY-STIPER, Rizka Nurjanah, S.TP., M.Si., menjelaskan bahwa produk protein bar sebenarnya sudah banyak ditemukan di pasaran. Namun, produk yang diperkenalkan dalam workshop ini memiliki nilai tambah berupa kandungan beta-karoten dari RPO yang bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas.

“Protein bar di pasaran memang sudah banyak, tetapi belum ada yang mengandung beta-karoten dari Red Palm Oil. Kandungan beta-karoten pada RPO cukup tinggi dan baik untuk menangkal radikal bebas, sehingga kami mencoba memfortifikasikannya ke dalam produk protein bar ini,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan Workshop Gen Z Preneur UMKM Sawit: Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood, Selasa (12 Mei 2026), di AKPY-STIPER.

Dalam workshop yang diinisiasi oleh Majalah Sawit Indonesia bekerja sama dengan AKPY-STIPER, dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta sponsor dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), seluruh peserta diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan protein bar.

Rangkaian acara tersebut diikuti secara antusias oleh 120 peserta yang berasal dari mahasiswa AKPY-STIPER, INSTIPER Yogyakarta, hingga siswa SMKN 1 Pandak, Bantul, jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP).

Dalam sesi praktik, peserta memulai proses dengan menjaga higienitas, yakni mencuci tangan sebelum memasuki laboratorium. Selanjutnya, mereka meracik berbagai bahan seperti rolled oat, mix trail berisi biji-bijian, madu asli sebagai pemanis, pisang sebagai perekat sekaligus penyeimbang aroma, serta penggunaan RPO sebagai bahan utama fortifikasi.

Menurut Rizka, penggunaan pisang dan esens vanila food grade menjadi kunci untuk menyamarkan aroma khas RPO sehingga cita rasa produk tetap mirip dengan protein bar yang telah beredar di pasaran.

“Kalau dari segi rasa tidak jauh berbeda karena aroma RPO kami samarkan dengan pisang dan esens vanila, sehingga tetap enak seperti produk-produk yang ada di pasaran,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses pengolahan dilakukan pada suhu oven maksimal 100 derajat Celsius selama sekitar satu jam agar kandungan beta-karoten tetap terjaga.

“Beta-karoten sangat sensitif terhadap suhu tinggi. Jika dipanggang lebih dari 100 derajat, kandungannya bisa hilang. Karena itu, suhu dijaga agar manfaat dari RPO tetap ada,” jelas Rizka.

Ia menambahkan bahwa kandungan beta-karoten pada RPO berbeda dengan vitamin A biasa karena merupakan provitamin A dengan kadar yang bahkan lebih tinggi dibandingkan wortel. Kandungan tersebut dinilai sesuai dengan tren gaya hidup sehat masyarakat saat ini.

Melalui workshop ini, Rizka berharap generasi muda tidak hanya memahami pangan sebagai produk yang mengenyangkan, tetapi juga mampu menciptakan pangan fungsional yang memiliki manfaat kesehatan sekaligus bernilai usaha.

“Harapannya, teman-teman Gen Z dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat hari ini di dunia nyata. Jadi, bukan hanya membuat makanan yang mengenyangkan, tetapi juga pangan fungsional yang memberikan dampak baik bagi tubuh,” pungkas Rizka.

Artikel Terkait