• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian LXXVII)

Menurut data asosisasi Produsen Biodiesel Indonesia (2009) kapasitas industri biodisel Indonesia sudah mencapai 3 juta ton pertahun. Industri ini terbesar di Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Dengan kapasitas yang demikian, industri biodiesel nasional sudah mampu memasok setidak-tidaknya 3 juta ton biodiesel untuk kebutuhan dalam negri. Realisasi produksi biodiesel Indonesia sejauh ini belum diperoleh data yang akurat. Produsen dan Kapasitas Industri Biodiesel di Indonesia No Nama Perusahaan Lokasi Kapasitas (ton/tahun) 1 PT. Alia Mada Perkasa Kosambi , Tangerang 11.000 2 PT. Anugrah Inti Gemanusa Gresik 40.000 3 PT. Bioenergi Pratama Jaya Kab. Kuatai Timur 6.000 Kab. Berau 60.000 4 PT. Cemerlang Energi Perkasa Dumai , Riau 40.000 5 PT. Damai Sejahtera Sentosa Cooking Rungkut, Surabaya 120.000 6 PT. Darmex Biofuel Bekasi 150.000 7 PT. Energi Alternatif Jakarta Utara 7.000 8 PT. Eternal Buana Chemical Industries Cikupa Tanggerang 40.000 9 PT. Eterindo Nusa Graha Gresik 40.000 10 PT. Indo Biofuels Energi Merak 60.000 11 PT. Multikimia Intipelangi Bekasi 14.000 12 Musim Mas Group Kab. Deli Serdang 70.000 Batam 350.000 13 PT. Pasdena Biofuels Mandiri Cikarang 10.240 14 PT. Pelita Agung Agrindustri Bengkalis, Riau 200.000 15 PT. Petro Andalan Nusantara Dumai, Riau 150.000 16 PT. Primanusa Palma Energi Jakarta Utara 24.000 17 PT. Sintong Abadi Kab. Asahan 35.000 18 PT. Sumi Asih Bekasi 100.000 19 PT. Wahana Abdi Tritatehnika Sejati Cilengsi, Bogor 132.200 20 PT. Wilmar Bio Energi Indonesia Dumai, Riau 1.050.000 Total 3.069.440 Sumber: BPS Dengan Indonesia sebagai produksi CPO terbesar di dunia, sebenarnya Indonesia juga akan mampu menjadi produsen biofuel terbesar di dunia. Dari produksi perkebunan kelapa sawit saja, Indonesia dapat menghasilkan biopremium, biogasolin, biopertamax dan biosolar jika serius mengembangkannya. Produk biofuel tersebut selain dapat diperbaharui (renewable energi) juga ramah lingkungan (environment friendly). Sumber : GAPKI

Artikel Terkait