• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Indonesia Bidik Rusia Jadi Mitra Strategis Baru Ekspor Sawit

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Pemerintah Indonesia terus mendorong diversifikasi pasar ekspor Crude Palm Oil (CPO) dengan menjajaki peluang kerja sama strategis bersama Rusia. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Moskow menunjukkan ketertarikan kuat untuk memperbesar impor CPO dari Indonesia dalam skala besar.

"Kalau Rusia tertarik, kami tentu akan mendorong peningkatan ekspor sawit ke sana," ujar Amran di Jakarta, Minggu (22/6/2025).

Minat tersebut, menurut Amran, bukan sekadar wacana. Ia menerima undangan resmi dari Menteri Pertanian Federasi Rusia, Oksana Nikolaevna Lut, untuk membahas kemitraan konkret dalam pertemuan bilateral yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2025. Langkah ini diyakini menjadi peluang penting untuk membuka pasar baru bagi industri sawit nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

“Undangan resmi dari Menteri Pertanian Rusia sudah kami terima. Ini bukti keseriusan mereka untuk kerja sama,” ujarnya.

Pertemuan bilateral sebelumnya antara kedua menteri pada 19 Juni 2025 di St Petersburg telah membahas sejumlah agenda strategis. Selain rencana peningkatan ekspor sawit, kedua negara juga menjajaki peluang investasi di sektor gula, pembangunan industri pupuk bersama, pembukaan akses impor daging Rusia ke Indonesia, hingga kerja sama riset pertanian berbasis teknologi.

Yang menarik, pembicaraan kedua negara di sektor pertanian tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin. Keterlibatan langsung dua kepala negara ini mempertegas posisi sektor pertanian—termasuk sawit—sebagai salah satu pilar penting dalam hubungan diplomatik Indonesia-Rusia.

Meskipun volume ekspor belum diungkap secara rinci, Mentan optimistis kerja sama ini akan berdampak signifikan terhadap ketahanan ekonomi nasional dan perluasan pengaruh Indonesia sebagai produsen utama CPO dunia.

Data menunjukkan bahwa ekspor CPO Indonesia ke Rusia mengalami pertumbuhan signifikan dalam setahun terakhir.

Sepanjang 2023, Indonesia mengekspor sekitar 510.100 ton CPO ke Rusia dengan nilai mencapai US4,6 juta. Pada 2024, volume tersebut meningkat menjadi 570.300 ton atau sekitar US8,2 juta, mencatatkan pertumbuhan 12 persen secara tahunan (YoY). Bahkan, menurut estimasi pasar, volume ekspor bisa mencapai 680.000 ton, menunjukkan potensi kenaikan lebih dari 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa Rusia tengah menjelma menjadi salah satu mitra dagang potensial Indonesia di sektor sawit. Jika kolaborasi strategis ini terus diperkuat, maka Rusia dapat menjadi salah satu pasar ekspor utama CPO nasional di masa depan.

Artikel Terkait