• Jumat, 25 September 2026
Berita Terbaru

India Pangkas Bea Masuk Impor Minyak Nabati: Angin Segar bagi Permintaan CPO dan Saham Sawit Indonesia

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Pemerintah India resmi memangkas bea masuk impor untuk sejumlah minyak nabati utama, termasuk minyak sawit (crude palm oil/CPO), minyak kedelai, dan minyak bunga matahari. Kebijakan yang berlaku efektif mulai Kamis (24/9/2026) ini diambil untuk menekan harga minyak goreng domestik yang melonjak hampir 20 persen dalam setahun terakhir, sekaligus menggenjot konsumsi masyarakat menjelang puncak musim festival keagamaan pada September–November.

Melalui aturan baru ini, bea masuk dasar CPO dan minyak kedelai mentah (crude soybean oil) dipotong separuh dari 10 persen menjadi 5 persen. Sementara itu, bea masuk untuk minyak sawit dan kedelai olahan diturunkan dari 32,5 persen menjadi 27,5 persen. Untuk minyak bunga matahari mentah, pemerintah India bahkan menghapus sepenuhnya bea masuk dasar menjadi 0 persen.

Langkah strategis dari negara pengimpor minyak nabati terbesar di dunia ini membawa dampak signifikan bagi peta perdagangan komoditas global:

  • Lonjakan Impor Musim Festival: Penurunan tarif memicu kembali aksi beli para penyuling (refiners) India yang sempat menahan pasokan, guna memenuhi kenaikan konsumsi makanan manis dan olahan selama festival.

  • Katalis Harga CPO Global: Peningkatan volume permintaan dari India diproyeksikan menjadi penopang utama (support) bagi pergerakan harga CPO di Bursa Malaysia serta minyak kedelai di bursa global.

  • Persaingan Antar-Minyak Nabati: Pemangkasan tarif minyak bunga matahari yang lebih agresif diprediksi memperketat persaingan harga antara CPO, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari di pasar India.

Di dalam negeri, sentimen positif ini direspons optimistis oleh pasar modal. Analis Trimegah Sekuritas, Kharel Devin Fielim dan Alberto Jonas, menilai potensi kenaikan harga CPO akan memperbaiki prospek pendapatan serta menjaga margin profitabilitas emiten perkebunan Indonesia. Sejalan dengan pandangan positif pada sektor perkebunan, Trimegah Sekuritas mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).

Sumber: idxchannel.com

Artikel Terkait