• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Imbas Pelemahan CPO dan Kernel, Harga TBS Pekebun Mitra Riau Turun Jadi Rp3.796 per Kg

PEKANBARU, SAWIT INDONESIA - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun mitra plasma di Provinsi Riau mengalami koreksi pada periode 7–13 Oktober 2026. Berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS untuk tanaman kelompok umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.796,85 per kilogram, melandai Rp115,43 per kilogram atau sekitar 2,95% dibandingkan pekan sebelumnya.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga ini dipicu oleh koreksi harga Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit (kernel) di tingkat produsen serta pasar lelang.

"Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO dan kernel," jelas Defris usai rapat Tim Penetapan Harga TBS di Pekanbaru, Selasa (6/10/2026).

Poin-poin utama parameter penetapan, dinamika harga korporasi, serta perbaikan tata kelola penetapan harga meliputi:

Parameter Indikator Pembentukan Harga: Penetapan periode ini mengacu pada Permentan No. 13/2024 dan Keputusan Dirjenbun No. 144/2025 dengan dukungan data rendemen PPKS Medan. Indeks K ditetapkan sebesar 93,93% dengan BOTL 1,24%. Rata-rata harga CPO acuan tercatat Rp15.095,65/kg dan harga kernel Rp12.914,82/kg.

Koreksi Harga CPO & Kernel PKS Mitra:

  • Harga CPO: PT Buana Wiralestari Mas turun Rp571 menjadi Rp15.050/kg; PT Meganusa Intisawit turun Rp562,90 menjadi Rp14.672,50/kg; serta sejumlah unit PT Inti Indosawit Subur mencatatkan penurunan hingga Rp800/kg.

  • Harga Kernel: PT Meganusa Intisawit terkoreksi Rp728/kg, PT Adimulia Agrolestari turun Rp838/kg, dan PT Graha Permata Hijau susut Rp947/kg.

  • Skema Validasi KPBN: Bagi perusahaan yang tidak melakukan penjualan, acuan harga dialihkan menggunakan rata-rata tim atau validasi KPBN, di mana harga rata-rata CPO KPBN tercatat Rp15.050/kg dan kernel Rp12.903/kg.

  • Sinergi Tata Kelola Bersama Kejati Riau: Defris menekankan bahwa Pemprov Riau bersama Kejaksaan Tinggi Riau terus memperkuat kelembagaan transparansi penetapan harga guna menjamin kepastian hukum, mencegah manipulasi data PKS, serta melindungi pendapatan petani plasma.

Meskipun mengalami penurunan tipis pekan ini, level harga TBS Riau yang masih berada di mendekati batas Rp3.800/kg mencerminkan daya tahan kemitraan resmi dalam menjaga stabilitas nilai jual kelapa sawit rakyat di tingkat tapak.

Daftar harga TBS kelapa sawit kemitraan plasma Riau periode 7–13 Oktober 2026:

Umur 3 tahun: Rp2.924,12/kg

Umur 4 tahun: Rp3.316,68/kg

Umur 5 tahun: Rp3.515,78/kg

Umur 6 tahun: Rp3.669,30/kg

Umur 7 tahun: Rp3.748,27/kg

Umur 8 tahun: Rp3.792,62/kg

Umur 9 tahun: Rp3.796,85/kg

Umur 10–20 tahun: Rp3.776,39/kg

Umur 21 tahun: Rp3.716,83/kg

Umur 22 tahun: Rp3.659,70/kg

Umur 23 tahun: Rp3.598,73/kg

Umur 24 tahun: Rp3.531,88/kg

Umur 25 tahun: Rp3.456,73/kg

Umur 26 tahun: Rp3.411,15/kg

Umur 27 tahun: Rp3.365,36/kg

Umur 28 tahun: Rp3.320,79/kg

Umur 29 tahun: Rp3.303,78/kg

Umur 30 tahun: Rp3.289,60/kg

Indeks K: 93,93 persen

BOTL: 1,24 persen

Harga CPO: Rp15.095,65/kg

Harga kernel: Rp12.914,82/kg

Harga cangkang: Rp15,46/kg

Sumber: riauaktual.com

Artikel Terkait