• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

IEE Series 2025 Hadirkan 2.000+ Exhibitor, Soroti Inovasi Industri untuk Net Zero Emission

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Indonesia tengah mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan cita-cita menjadi negara maju pada 2045. Kebutuhan hunian terjangkau, hilirisasi industri, hingga komitmen menuju Net Zero Emission mendorong pemerintah membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Semangat itulah yang dihadirkan dalam ajang Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2025, pameran industri terbesar di Asia Tenggara yang resmi digelar dua pekan penuh di Jakarta.

Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, IEE Series 2025 menghadirkan lebih dari 2.000 exhibitor dari 42 negara. Ajang ini tidak hanya menjadi etalase inovasi energi, konstruksi, dan teknologi, tetapi juga forum strategis mempertemukan industri, swasta, asosiasi, hingga pemerintah.

“Dengan skala yang semakin besar, kami optimis IEE Series 2025 akan memberikan dampak konkret bagi penguatan industri sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat pertemuan industri terbesar di Asia Tenggara,” ujar Lia Indriasari, Country Manager Pamerindo Indonesia, dalam Media Briefing di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Dari Hunian Terjangkau hingga Infrastruktur Tangguh

Berbeda dengan pameran industri pada umumnya, IEE Series 2025 dirancang untuk mendukung langsung agenda nasional. Di pekan pertama, sektor konstruksi menjadi sorotan lewat Construction Indonesia 2025 yang menandai 25 tahun penyelenggaraan. Fokus pada teknologi material dan smart building membuat pameran ini relevan dengan program 3 Juta Rumah serta percepatan pembangunan hunian layak.

Sementara Concrete Show South East Asia dan AP3I menampilkan solusi beton ramah lingkungan, yang dinilai kunci dalam membangun infrastruktur tangguh dan efisien. Pada saat yang sama, ADEXCO menggarisbawahi pentingnya ketangguhan nasional melalui simulasi tanggap bencana bersama BNPB, menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari resiliensi menghadapi risiko iklim dan bencana.

Memasuki pekan kedua, panggung beralih ke sektor energi dan teknologi. Selain Mining Indonesia yang tetap menjadi magnet utama, debut The Battery Show Indonesia membuka akses pada ekosistem kendaraan listrik, sementara Data Center Asia Indonesia memperlihatkan strategi memperkuat infrastruktur digital.

Asosiasi jasa pertambangan ASPINDO bahkan menggagas kompetisi operator lapangan perempuan di industri tambang. Inisiatif ini menjadi terobosan dalam mendorong kesetaraan gender di sektor yang selama ini didominasi laki-laki.

Di balik skala besar, penyelenggara menegaskan komitmen keberlanjutan. Pamerindo Indonesia menggandeng mitra seperti Rappo Indonesia, Repair Project, dan Kopi Sunyi untuk menghadirkan suvenir daur ulang hingga pemberdayaan komunitas disabilitas. Program Better Stands yang mengajak exhibitor menggunakan desain booth berulang juga diterapkan untuk memangkas limbah pameran.

“Prinsip keberlanjutan benar-benar kami jalankan. Bukan hanya jargon, tapi memberi manfaat nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan pelaku industri,” tegas Lia.

Dengan cakupan lintas sektor, IEE Series 2025 tidak sekadar pameran, melainkan cerminan transformasi Indonesia menuju ekonomi hijau, tangguh, dan berdaya saing global. Ajang ini menegaskan bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberanian mengintegrasikan inovasi, resiliensi, dan keberlanjutan.

Artikel Terkait