• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

ICDX Raih Penghargaan sebagai Bursa CPO Paling Konsisten Jaga Harga

Jakarta, SAWITINDONESIA – Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), yang ditunjuk pemerintah sebagai Bursa CPO Indonesia, meraih penghargaan bergengsi atas konsistensinya menjaga kestabilan harga Crude Palm Oil (CPO) dan Tandan Buah Segar (TBS). Penghargaan ini dinilai memberikan manfaat signifikan bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit dan petani di seluruh Tanah Air.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Sawit Indonesia Expo 2025 di Pekanbaru, 7 Agustus 2025. Penilaian didasarkan pada komitmen ICDX sebagai bursa yang kredibel, transparan, serta mendukung Indonesia menjadi rujukan harga CPO dunia dan acuan harga TBS di tingkat petani.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi positif bagi ICDX, khususnya dalam mengembangkan perdagangan CPO di Indonesia,” ujar Direktur ICDX, Nursalam di Jakarta, Senin (11 Agustus 2025). “Sebagai Bursa CPO yang ditunjuk pemerintah, kami akan terus mengembangkan layanan bagi seluruh pemangku kepentingan, menghadirkan platform perdagangan modern, dan memastikan pasar yang independen serta transparan.”

Nursalam optimistis Indonesia dapat menjadi pusat perdagangan sekaligus rujukan harga CPO dunia. Menurutnya, kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci. “Sebagai produsen CPO terbesar, Indonesia sudah selayaknya memiliki harga acuan sendiri. Hal ini hanya bisa terwujud bila semua pihak memiliki semangat dan visi yang sama,” tegasnya.

ICDX resmi mendapat izin pemerintah untuk menjadi Bursa CPO pada Oktober 2023. Hingga kini, tercatat 58 anggota dan 19 pelabuhan yang menjadi titik transaksi pasar fisik CPO. Data Foreign Agricultural Service di bawah USDA mencatat, produksi CPO Indonesia pada 2024 mencapai 46,5 juta metrik ton atau sekitar 58% dari total produksi global.

Dengan perannya, Bursa CPO diharapkan mampu menciptakan pasar yang transparan, adil, dan efisien, serta menghasilkan harga acuan yang akuntabel. Harga acuan ini menjadi dasar penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE), tarif Bea Keluar (BK), Pungutan Ekspor (PE), harga TBS petani, hingga insentif biodiesel.

Artikel Terkait