IAS Global, perusahaan ternama penyedia produk dan layananan alisis Near-Infrared (NIR) professional, kembali menunjukkan dukungannya kepada industri sawit di Indonesia. Dukungan tersebut diwujudkan dengan menghadirkan produk terbaru yaitu IAS – PAT L1M.
Produk ini diyakini dapat menjaga proses pengolahannya dan meminimalisir risiko yang berpotensi merugikan pelaku usaha di industri sawit.
Key Account & Project Manager dari IAS Global Pte.Ltd, Edi Hariyanto menyampaikan pihaknya terus berupaya menghadirkan produk yang mendukung industri sawit untuk menjaga kualitas minyak sawit.
“Produk terbaru dari IAS Global yaitu IAS – PAT L1M (NIRS Online System). Ini adalah hasil inovasi produk terbaru dari tim riset untuk mendukung industri sawit di Indonesia,” ujarnya, saat ditemui di Jakarta, pada akhir April lalu.
Menurut Edi, industri sawit di Indonesia yang saat ini berkembang perlu mendapatkan dukungan agar kualitas (minyak sawit) tetap terjaga. Sebab, minyak sawit Indonesia sudah menjadi komoditas global yang dibutuhkan untuk berbagai produk mulai dari pangan, oleokimia hingga bahan bakar terbarukan.
“Maka sudah sepatutnya kualitas (minyak sawitnya) harus terjaga. Dimulai dari menjaga proses pengolahannya dan meminimalisir risiko kerugian (losses), terbuang pada kolam limbah,” jelasnya.
“Salah satunya dengan memanfaatkan produk dari IAS Global, IAS – PAT L1M (NIRS Online System). Dengan produk ini pelaku usaha industri sawit, terutama di pabrik sawit dapat menganalisa data dengan parameter-parameter yang telah ditentukan, untuk menjaga kualitas minyak sawit,” imbuh Edy.
Produk terbaru dari IAS Global ini, ketika diaplikasikan di pabrik kelapa sawit (PKS) bisa mendapatkan data dengan waktu yang relatif singkat yaitu 1 menit, mencapai 20 – 30 data dengan parameter-parameter yang telah ditentukan.
“Misalnya, pihak manajemen menginginkan data losses minyak sawit yang terbuang di kolam limbah cair. Maka, alat ini ditempatkan (dipasang di pipa CPO). Alat ini bisa mengetahui data (losses CPO) di tempat limbah cair. Jadi, tanpa menggunakan SDM untuk mengetahui (losses CPO), alat ini bisa memberikan data yang akurat,” kata Edi.
Dengan IAS – PAT L1M, akurasi data meningkat, dan akan banyak data yang bisa untuk mendukung analisa. Ketepatan (keakurasian) data didapat dengan cepat tanpa mengurangi ketelitian. Alat ini bisa mendapatkan data selama 24 jam (tanpa jeda), sehingga akan memudahkan pihak manajemen mengambil keputusan terkait proses produksi CPO.
“Alatini (IAS – PAT L1M) mampu melakukan pemantauan yang efisien dengan hasil real-time. Kemudian, data yang sudah didapat bisa dikirimkan ke PC (computer) untuk ditampilkan. Sehingga cocok untuk mengontrol kualitas dan mengoptimalkan proses produksi CPO,” tegas Edi.
“Alat ini selama 24 jam akan mendeteksi parameter-parameter yang sudah diputuskan/ditentukan dengan hasil yang akurat. Alat ini diaplikasikan dengan sistem online, untuk mengurangi kekurang telitian yang biasanya dilakukan manusia (SDM),” imbuhnya menegaskan.
Yang menarik dari IAS – PAT L1M yaitu dapat terintegrasi secara mulus dengan sistem seperti Distributed Control System (DCS), Laboratory Information Management System (LIMS), dan Enterprise Resource Planning (ERP) yang memungkinkan untuk control produksi yang lebih baik.
Selain itu, produk terbaru dari IAS Global ini juga dapat mendukung pengukuran berbagai jenis sampel dalam jaringan pipa ataupun conveyor belt, termasuk sampel padat, bubuk, pasta dan cairan.
IAS – PAT L1M terdiridari main unit dan probe sampling. Probe sampling dapat digunakan pada sample padatan seperti sampel padat, bubuk, pasta dan cairan. Pengukuran sampel menggunakan Diffuse Refflection Probe, jika sampel berupa cairan menggunakan Komponen Flow Cell, dan dilengkapi dengan fiber optic dan aksesoris tambahan PC (termasuk sistem operasi), keyboard, mouse, monitor.
Diffuse Refflection Probe terbuat dari baja tahan karat 316 dilengkapi dengan jendela Kaca Safir. Dirancang untuk mendeteksi sampel padat, bubuk, dan pasta di pipa dan conveyor belt. Memiliki ukuran Diameter 30mm dengan jarak kerja dari permukaan jendela. Serta dilengkapi dengan pembersih udara dan kemampuan anti ledakan tingkat IIC T4.
Komponen Flow Cell berfungsi sebagai penganalisa sampel cairan. Pengukurannya menggunakan prinsip transmisi.
Dalam mengukur sampel cairan diperlukan pretreatmen box yang berfungsi untuk menstabilkan sampel cairan yang akan dianalisa. Dengan aliran dan suhu sampel yang lebih stabil, hasil analisa akan lebih akurat dan stabil.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 163)














